Home / Berita Kompolnas / Wejangan Kompolnas untuk Wujudkan Program Polri Presisi

Wejangan Kompolnas untuk Wujudkan Program Polri Presisi

Siti Yona Hukmana • 22 Januari 2021 10:05

Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti program Polri presisi yang dicanangkan calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Kompolnas menyarankan bacaan dan analisis keamanan dalam negeri harus tepat untuk mewujudkan Polri presisi tersebut.

“Oleh karena itu pentingnya inteligen keamanan untuk dapat membaca situasi dan kondisi keamanan dalam negeri, diikuti dengan pentingnya pembinaan masyarakat (binmas) melakukan pendekatan kepada masyarakat guna menjaga harkamtibmas dan mencegah kejahatan sebagai tindakan preventif,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021.

Polri presisi adalah konsep kepolisian yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Listyo mentransformasikan slogan Polri yang dulunya promoter (profesional, modern, dan terpercaya).

Kompolnas mendukung perubahan dari promoter menjadi presisi. Hal itu dinilai sebagai niat Listyo untuk melakukan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman yang lebih banyak menggunakan teknologi informasi.
 
“Dengan semboyan transformasi menuju Polri yang presisi, maka Polri dalam melaksanakan tugas-tugasnya akan menggunakan skill, knowledge, dan kemajuan teknologi 4.0 untuk dapat melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat serta menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya guna terwujudnya harkamtibmas,” ujar juru bicara Kompolnas itu.

Poengky menilai program presisi akan membuat Polri lebih modern. Hal itu, kata dia, sejalan dengan Grand Strategy Polri 2005-2025. Tahap akhir Grand Strategi Polri akan dilaksanakan pada 2021-2025.
 
“Memandatkan Polri untuk menjadi excellent (luar biasa), dan menjadi world class institution (institusi kelas dunia),” kata Poengky.
 
Poengky menilai konsep presisi merupakan kelanjutan dari program kerja Kapolri-kapolri sebelumnya. Dia memandang presisi dan promoter berkesinambungan.
 
“Calon Kapolri juga menekankan pentingnya melanjutkan reformasi kultural Polri agar Polri menjadi lebih humanis dan menghormati hak asasi manusia,” ucap Poengky.
(JMS)