Home / Berita Kompolnas / Tantangan Kapolri Idham Azis, Kasus Novel Baswedan hingga Radikalisme

Tantangan Kapolri Idham Azis, Kasus Novel Baswedan hingga Radikalisme

Novel Baswedan. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)
Novel Baswedan. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan akan terus memantau pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Tidak hanya itu, Kompolnas juga akan memantau kasus-kasus ‘mangkrak’ yang menjadi perhatian publik.
“Untuk kasus Novel dan kasus-kasus lain yang menjadi perhatian publik, saya harap dapat segera diselesaikan. Kompolnas akan terus melakukan pemantauan terhadap hal tersebut,” kata Poengky saat dihubungi Okezone, Minggu (3/11/2019).

Poengky berharap di masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Idham Azis, Polri dapat meneruskan agenda reformasi di internal Korps Bhayangkara. Ia menyoroti reformasi kultural kepolisian agar tidak ada lagi anggota yang bersikap arogan, hedonis serta melanggengkan penggunaan kekerasan yang berlebihan.

 

Jenderal Pol Idham Aziz Resmi Jabat Kapolri

“Reformasi kepolisian harus tetap berjalan. Khususnya reformasi kultural perlu perhatian Kapolri baru, agar sikap-sikap arogan, hedonis dan kekerasan yang berlebihan tidak lagi dilakukan anggota,” ujarnya

“Aturan-aturan yang sudah ada yaitu Perkap tentang HAM, Perkap tentang LHKPN dan Perkap tentang Larangan Hidup Mewah harus betul-betul dilaksanakan,” ujar Poengky.

 

Tantangan Jenderal Idham Azis

Poengky mengatakan Idham Azis memiliki segudang pekerjaan rumah dan tantangan yang tidak mudah. Tantangan pertama adalah, Polri harus menangani kasus kejahatan yang cukup meresahkan masyarakat.

“Tantangan Pak Idham sebagai Kapolri adalah menangani kejahatan-kejahatan terkait kelompok-kelompok radikal dan jaringan teroris, kejahatan siber, kejahatan transnasional termasuk narkoba, dan kejahatan-kejahatan konvensional,” papar Poengky.

Tantangan berikutnya, Polri harus bisa mengawal agenda Pilkada Serentak 2020 dan mengamankan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua. Ia pun optimis Idham bisa melewati tantangan tersebut.

“Saya optimis Pak Idham mampu mengawalnya, karena sudah terbukti Pak Idham mampu mengamankan penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 dengan baik,” sebutnya.

Selain itu, Poengky berharap Idham mampu meningkatkan profesionalitas anggota Polri supaya makin dipercaya masyarakat. Tindakan preventif dan preventif harus lebih banyak dilakukan sehingga tidak mengedepankan penegakan hukum yang represif.
“Pelayanan Polri pada masyarakat diharapkan lebih inovatif, cepat, modern dengan menggunakan teknologi IT. Rekrutmen yang baik, reward & punishment Polri harus serius dilakukan untuk membentuk SDM Polri yang unggul,” ucap Poengky.

(qlh)

 

Jurnalis: Fahreza Rizky
Sumber: okezone.com · Minggu 03 November 2019 11:56 WIB
https://nasional.okezone.com/read/2019/11/03/337/2125153/tantangan-kapolri-idham-azis-kasus-novel-baswedan-hingga-radikalisme?