Home / Berita Kompolnas / Semua polisi hadiri nikahan Kompol Fahrul harus diperiksa, tegas Kompolnas

Semua polisi hadiri nikahan Kompol Fahrul harus diperiksa, tegas Kompolnas

Masyarakat beberapa waktu belakangan diramaikan dengan pernikahan viral Kompol Fahrul Sudiana dan selebgram Rica Andriani. Sebab pesta pernikahan tersebut digelar di tengah larangan kegiatan melibatkan massa akibat wabah virus corona.

Pernikahan itu memicu kemarahan publik, lantaran pesta itu digelar tanpa larangan. Sementara polisi di berbagai daerah justru getol membubarkan pernikahan banyak orang dengan pedoman Maklumat Kapolri.

Kian menjadi sorotan publik karena pernikahan eks Kapolsek Kembangan Jakarta Barat itu turut dihadiri Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono serta pejabat lain. Terkait hal ini Komisioner Kompolnas Andrea Poeloengan menyoroti adanya sanksi kode etik terkait pernikahan anak jenderal itu.

Kata dia, sanksi harus juga diberikan ke anggota Polri lainnya yang diduga melanggar Maklumat Kapolri tersebut.

Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana dan Rica Andriani.
Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana dan Rica Andriani. Foto Instagram @imam_wibowo

“Maka, tidak hanya Kapolsek saja seharusnya yang dikenai sanksi kode etik atau disiplin, tetapi seluruh anggota atau pejabat Polri yang hadir. Tanpa kecuali wajib diperiksa Propam dan segera disidangkan tidak dalam waktu yang lama,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat 3 April 2020.

“Termasuk Kanit Intel, Kapolsek dan Kasat Intel yang wilayah lokasi tempat pesta harus diperiksa. Karena mengapa tidak mencegah sebelumnya dengan membatalkan izin keramaian serta membubarkan pesta tersebut.”

Kata dia, Maklumat Kapolri bukan perintah sembarangan. Terlebih perintah tersebut merupakan perintah dan kebijakan pimpinan tertinggi dari Kapolri dan Korps Bhayangkara sebagai lembaga.

Maka jika bicara etis dan kepatutan, kata dia, siapapun sepanjang mereka anggota atau pejabat Polri dalam konteks kode etik dan disiplin Polri, wajib tunduk mutlak tanpa kecuali terhadap maklumat tersebut.

“Jika terbukti melanggar, bagi saya jika di hukum demosi atau pemberhentian dengan tidak hormat, adalah hal yang wajar,” pungkasnya.

Rekam jejak

Senada disampaikan Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem Taufik Basari. Dia meminta Polri memeriksa seluruh jajarannya yang hadir dalam resepsi pernikahan Kapolsek Kembangan Komisaris Fahrul Sudiana.

Kata Taufik, pemeriksaan harus dilakukan secara merata kepada seluruh jajaran kepolisian yang diketahui hadir di acara Kompol Fahrul. Apalagi belakangan, beredar foto yang menunjukkan bahwa Wakapolri Komjen Gatot Eddy ikut menghadiri resepsi pernikahan tersebut.

“Menurut saya semua yang personel kepolisian yang hadir dalam kegiatan pernikahan tersebut harus diperiksa,” kata Taufik disitat Suara, Jumat (3/4/2020).

Pemeriksaan perlu dilakukan sebagai upaya mendisiplinkan jajaran kepolisian agar mematuhi apa yang diamanahkan Kapolri Jenderal Idham Azis dalam maklumatnya.

Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana dan Rica Andriani
Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana dan Rica Andriani. Foto Instagram @imam_wibowo

“Karena setiap anggota polisi harus menjalankan amanat Kapolri termasuk melakukan pencegahan terhadap orang yang dengan sengaja mengumpulkan orang sehingga menimbulkan kerumunan,” kata Taufik.

Sementara itu, dalam laporan Law Justice, Kompol Fahrul Sudiana ternyata merupakan anak seorang jenderal. Kompol Fahrul Sudiana merupakan putra dari Irjen Pol (Purn) Utjin Sudiana Djamhari.

Utjin sendiri adalah mantan Direktur Lalu Lintas Babinkam Polri, mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), hingga mantan Kepala Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Sang ayah dari Kompol Fahrul Sudiana juga besanan dengan Irjen Pol Djoko Susilo, mantan Kepala Korlantas Polri dan Gubernur Akpol yang kini menjadi tahanan LP Sukamiskin karena kasus suap simulator SIM.

Baca Juga: Temuan baru, intelijen AS ungkap ternyata China bohong soal corona

Dalam jejak karir, langkah Kompol Fahrul rupanya terbilang moncer menanjak. Usai lulus dari Akpol pada 2006, dia tugas di Bangka Belitung. Di sana dia sempat menjabat Kapolsek Mendo Barat.

Kemudian dia ditarik ke Mabes Polri pada tahun 2011 untuk menjadi ajudan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Usai jadi ajudan, dia wara-wiri dalam dunia kepolisian, sampai akhirnya menjadi Kapolsek Cisauk, Tangerang, dan terbaru di Polsek Kembangan, Jakarta Barat.

Link Berita : https://www.hops.id/semua-polisi-hadiri-nikahan-kompol-fahrul-harus-diperiksa/