Home / Berita Kompolnas / Sekretaris Kompolnas, Minta Ketegasan Kapolri Atensi Dan Prioritas Penanganan HAM Di Intan Jaya Papua

Sekretaris Kompolnas, Minta Ketegasan Kapolri Atensi Dan Prioritas Penanganan HAM Di Intan Jaya Papua

Kompolnas.go.id,Jakarta- Berbagai permasalahan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), hingga kesenjangan sosial yang terjadi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua, disikapi Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (KOMPOLNAS RI), Irjen Pol (Purn), Dr. Benny Jozua Mamoto,SH, M.Si, dengan meminta ketegasan Kapolri, Jenderal Polisi, Idam Azis, untuk memberikan atensi dan skala priotitas di Kabupaten Intan Jaya.

Permintaan dari Sekretaris Kompolnas RI, atas atensi dan skala prioritas Kapolri berkaitan dengan penanganan Kamtibmas di Kabupaten Intan Jaya, sebagaiman temuan lapangan dari tim gabungan pencari fakta (TGPF) saat melakukan investigasi kasus penembakan pendeta dan warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

“Terlepas dari tugas saya selaku Ketua tim gabungan pencari fakta (TGPF) Intan Jaya, selaku Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (KOMPOLNAS RI), saya bersama TGPF berharap Kapolri memberikan atensi khusus dan dijadikan skala prioritas terkait dengan kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Intan Jaya Papua. Hal ini dikarenakan, wilayah Kabupaten Intan Jaya, merupakan wilayah konflik yang masih belum teratasi secara aman dan kondusif dari serangan kelompok kriminal bersenjata (KKSB) Papua Merdeka. Selain itu masyarakat tidak bisa hidup dengan tenang,pelayanan publik tidak berjalan, pemerintahan tidak eksis karena dialihkan ke kabupaten Nabire, sedangkan ibukota Kabupaten Intan Jaya berada di Sugapa,”ungkap Sekretaris Kompolnas RI, kepada wartawan di kantor Kompolnas RI, pada Kamis (22/10/2020).

Benny menegaskan, diharapkan dengan skala prioritas dari Kapolri, untuk segera memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan minimal standar di Polres Intan Jaya.

“Sekali lagi, wilayah Kabupaten Intan Jaya merupakan daerah rawan konflik sehingga perlu dukungan personil, tidak hanya masalah pengamanan dengan pengarahan personil Brimob dan Sabhara.  Namun juga harus ada personil Reserse dan Intelejen, untuk masalah penyidikan dan penyelidikan kasus-kasus kekerasan dan penembakan yang jumlahnya cukup besar terjadi di Kabupaten Intan Jaya,”Tegasnya. (FER)