Home / Berita Polri / Poro Duka Petani Korban Tewas Tertembak Peluru Karet, Saat Demo di NTT

Poro Duka Petani Korban Tewas Tertembak Peluru Karet, Saat Demo di NTT

Ilustrasi penembakan Foto: Pixabay.com
Ilustrasi penembakan Foto: Pixabay.com

Sumba Barat – Poro Duka, seorang petani yang menjadi korban tewas tertembak peluru karet saat demo aksi penolakan pengukuran tanah di daerahnya. Penyebab kematian Poro Duka pun dinyatakan berdasarkan hasil autopsi karena luka tembak peluru karet.

Petani asal Sumba Barat itu terkena proyektil peluru karet saat melakukan demo di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. Peluru karet itu hingga menembus kantung jantung hingga bilik kanannya.

Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda NTT, dokter Ni Luh Putu Eni Astuti, mengatakan pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah Poro Duka.

Hal ini disampaikannya saat dilaksanakannya konfrensi pers terkait kasus Sumba Barat yang menewaskan seorang petani dan mengakibatkan seorang petani lainnya mengalami luka di kaki karena terkena peluru karet.

“Dan diketahui bahwa dadanya terkena tembakan proyektil peluru karet saat petugas mengamankan aksi penolakan warga di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Bara,” kata Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda NTT, dokter Ni Luh Putu Eni Astuti kepada wartawan di Kupang, Selasa, 15 Mei 2018.

Eni Astuti mengatakan setelah dilakukan autopsi terhadap tubuh korban diketahui bahwa peluru karet tersebut menembus sampai ke kantong jantung serta bilik kanan jantung korban.

“Di kantong jantung itu ditemukan adanya anak peluru karet, berbentuk bulat lonjong dan berwarna hitam dengan panjang 0,8 cm dengan diameter 0,5 cm pada kantong jantung, jadi kesimpulannya adalah penyebab kematiannya adalah karena luka tembak peluru karet,” tuturnya.

Aksi penolakan pengukuran tanah yang dilakukan pihak investor di pesisir Marosi, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 25 April 2018.

Menurut kesaksian warga, saat pengukuran tanah itu polisi dan tentara ikut mengawal dengan membawa senjata api. Keterangan dari pihak Humas Polda NTT juga menyebutkan ada kurang lebih 131 aparat keamanan yang dilengkapi senjata mengamankan pengukuran itu.

Hingga saat ini masih dilakukan uji balistik terhadap anak peluru tersebut di laboratorium forensik Denpasar, provinsi Bali.

 

Sumber: Marselinus Gual – kriminologi.id – Selasa, 15 Mei 2018 18:10:01 WIB
Link: https://kriminologi.id/hard-news/umum/poro-duka-petani-korban-tewas-tertembak-peluru-karet-saat-demo-di-ntt