Home / Berita Polri / Polri Tetapkan 10 Tersangka Pengerusakan Dan Pembakaran Gedung ESDM, 8 Diantaranya Anak Dibawah Umur

Polri Tetapkan 10 Tersangka Pengerusakan Dan Pembakaran Gedung ESDM, 8 Diantaranya Anak Dibawah Umur

Kompolnas.go.id,Jakarta- Penyelidikan aksi pembakaran dan pengerusakan gedung Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) yang terjadi saat berlangsung unjukrasa penolakan UU Omnibus Law Cipta, dilakukan Polri dengan mengamankan 10 orang tersangka.

Dari ke-10 pelaku yang ditetapkan tersangka 8 orang diantaranya merupakan anak dibawah umur. Namun dalam proses hukum, ke-8 tersangka yang masih dibawah umur tersebut tetap ditahan guna penyelidikan lebih lanjut.

“Setelah kejadian polisi langsung mengecek, Mabes Polri Tipidum dengan Polda Metro Jaya langsung bekerja dan langsung kami temukan, dari 10 kami tampilkan 2 orang hari ini karena 8 lainnya di bawah umur. Jadi walaupun anak tetap ditahan, tapi dengan dengan aturan yang berbeda dengan dewasa,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri,  Irjen Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, dalam rilisnya kepada Wartawan,pada Senin (12/10/2020).

Jenderal bintang dua itu menuturkan, 10 tersangka ini diduga kuat melakukan perusakan Gedung ESDM. Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya batu, kayu, pecahan botol, dan handphone.

“Kaca dipecahin, laptop ada diambil, dijarah semuanya. Karena dirusak, apakah dari Kepolisian diam saja, tidak lah. Kami buktikan bahwa negara tidak boleh kalah dengan anarkisme dan premanisme,” tegasnya.

Para tersangka, kata Argo, dijerat Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45. Selain itu, terdapat UU ITE yang memberatkan mereka, karena ditemukan yang bersangkutan mengajak berbuat rusuh lewat ponselnya.

“Juga ada pasal 170 KUHP merusak barang, pasal 214, pasal 218, dan atau pasal 358 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP,” tukasnya. (FER)