Home / Berita Polri / Polisi Tangkap Anggota Geng Motor yang Beraksi di Jagakarsa

Polisi Tangkap Anggota Geng Motor yang Beraksi di Jagakarsa

Jakarta – Jajaran Polres Jakarta Selatan menangkap seorang anggota geng motor yang beraksi di kawasan Jagakarsa. Tersangka berinisial PH (25) itu diketahui membawa senjata tajam.

Kejadian bermula pada Senin (20/5/2017) saat PH bersama teman-temannya sekitar 10 motor berboncengan melintas di Jl Raya Jagakarsa hingga Jl Kelapa Hijau. Tersangka membawa senjata tajam berupa golok dan samurai yang diselipkan di punggungnya. Sedangkan yang lainnya membawa bambu.

Saat itu petugas membuntuti pelaku dan akhirnya mencegat rombongan motor tersebut. Pelaku yang membawa samurai itu langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

Anggota geng motor ini biasanya membawa senjata tajam yang diseret pada aspal di jalan. Tak hanya itu, mereka juga menyerang para pengendara motor yang melintas.

“Modusnya sama, mereka kumpul, lalu bawa sajam sambil diseret ke aspal. Melihat ada pengendara motor langsung dibabat,” ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Hermanto di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (23/5/2017).

Aksi geng motor ini juga menyebabkan kekhawatiran bagi masyarakat. Sejumlah warga yang berada di kawasan Jagakarsa kemudian melaporkan hal tersebut kepada polisi.

“Maraknya aksi tersebut menciptakan ketakutan-ketakutan di masyarakat,” imbuh Budi.

Pelaku dan barang bukti langsung diamankan ke Polsek Jagakarsa. Selain itu, polisi masih mendalami adanya anggota geng motor lain yang berada di kawasan itu.

Polisi menyebut anggota geng motor yang beraksi di Jagakarsa tak punya tujuan merampas harta korbannya. Mereka hanya sengaja membuat onar agar bisa menjadi ketua kelompok.

“Tujuannya mereka apa, ayo siapa yang berani membuat onar, membacok, kalau dia bisa berani bacok, bisa nanti kalian diangkat jadi ketua kelompok,” ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Hermanto di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (23/5/2017).

Menurut Budi, geng motor tersebut biasanya berkumpul dengan anggota yang berusia di bawah 20 tahun. Ada pula yang menjadi orang yang dituakan dalam kelompok tersebut. Selain itu, ada komandan kelompok yang biasanya membagikan senjata kepada para anggotanya.

“Jadi begini, dalam hasil yang kami lidik, kami insert dalam kegiatan geng motor, awalnya mereka kumpul lima motor, lalu ramai-ramai, dan ini masih kategori anak, usia di bawah 20 tahun, antara 15, 17, sampai 20 tahun. Setelah itu, mereka mengkonsumsi miras, lalu ada yang dituakan, usia 23 lebih, membawa senjata tajam. Sajam itu diberikan oleh komandan kelompok, mereka lalu dibagikan,” terang Budi.

Selain itu, Budi menegaskan Polres Jaksel sekarang sedang concern untuk memberantas geng motor. Pelaku yang tertangkap akan ditindak tegas supaya memberikan efek jera.

“Polres Jaksel, kami sedang concern terhadap pelaku geng motor. Kami akan lakukan tindakan tegas di lapangan secara tepat dan terukur. Jadi bagi pelaku geng motor, jika kalian bermain di Jakarta Selatan, kami tidak akan sungkan-sungkan untuk lakukan tindakan tegas secara tepat, cepat, dan terukur. Akan kami buktikan, kami proses dan sidangkan pelaku-pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

(knv/idh/rna/detik.com)