Home / Berita Polri / Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penistaan Agama Ade Armando

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penistaan Agama Ade Armando

Jakarta – Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menerbitkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Ade Armando. Cuitan dosen komunikasi Universitas Indonesia (UI) tersebut dinyatakan tidak termasuk pelanggaran pidana.

“Sudah (dihentikan). Saya nggak hafal waktunya (kapan SP3 diterbitkan),” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Ade Armando (Ari Saputra/detikcom)

Wahyu mengatakan salah satu alasan dihentikannya penyidikan tersebut adalah tidak cukup bukti. Keterangan saksi ahli menyebutkan cuitan Ade soal ‘Allah Bukan Orang Arab’ tidak memenuhi unsur pidana.

“Iya berdasarkan keterangan (tidak cukup bukti), kan kita ada ahli yang diperiksa,” imbuhnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya meningkatkan status Ade sebagai tersangka kasus UU ITE. Namun, menurut Wahyu, peningkatan status itu tidak serta-merta membuat proses penyidikan dilanjutkan karena polisi juga memeriksa sejumlah ahli, yang kemudian menyatakan cuitan Ade tidak mengandung unsur pidana.

“Ya nggak dong, kan ada beberapa pemeriksaan lagi setelah peningkatan itu, ada pemeriksaan beberapa saksi ahli. Dari pemeriksaan itu, ada keterangan tambahan yang kemudian tidak terpenuhi unsur, kemudian diperiksa lagi saksi ahli, kemudian jawabannya seperti itu (tidak memenuhi unsur pidana, red),” terang Wahyu.

Dengan dihentikannya kasus itu, secara otomatis status tersangka terhadap Ade gugur demi hukum.

Terkait dengan SP3 kasus itu, Ade menyampaikannya dalam laman Facebook-nya. “Dengan dikeluarkannya SP3 itu berarti saya dianggap tidak melakukan pelanggaran pidana menodai agama,” tulis Ade, seperti dilihat detikcom, Senin (20/2) pukul 16.40 WIB.

Berikut ini pernyataan lengkap Ade Armando di laman Facebook-nya:

Sekadar berbagi kabar gembira.

Saya diberitahu bahwa pihak kepolisian sudah mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas tuduhan bahwa saya melakukan penodaan agama.
Ini terkait dengan tweet saya pada Mei 2015 yang berbunyi: ‘Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues’.”

Dengan dikeluarkannya SP3 itu berarti saya dianggap tidak melakukan pelanggaran pidana menodai agama.

Alhamdulillah.
Terimakasih Allah.
Terimakasih Pak/Bu Polisi
Terimakasih semua kawan, kerabat, keluarga, komentator FB yang sudah mendukung saya selama ini.

Wish you all beautiful things!

Ade sebelumnya dilaporkan oleh Johan Khan ke Polda Metro Jaya pada 2015. Johan mempermasalahkan cuitan Ade dalam akun Facebook dan Twitter-nya, @adearmando1.

(mei/dhn) (sumber: detik.com)