Home / Berita Kompolnas / Pengamanan Polri-TNI Diapresiasi

Pengamanan Polri-TNI Diapresiasi

Jakarta – Aparat keamanan, yakni Polri dibantu TNI mendapat apresiasi saat mengamankan aksi unjuk rasa yang diprakarsai Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di Jakarta, Jumat (4/11) atau disebut Demo 411. Operasi pengamanan itu patut dipertahankan, karena aparat polisi dan tentara bisa menahan diri dan tidak terpancing saat diprovokasi massa. Bahkan, sejumlah aparat terkena lemparan massa, sehingga harus dirawat.

”Kompolnas memberikan apresiasi yang tinggi kepada aparat Polri yang sudah berusaha mempersiapkan dan bekerja sangat baik dengan mengedepankan upaya-upaya persuasif, preemtif, preventif dan menjadikan upaya represif sebagai upaya terakhir,” kata anggota Kompolnas Poengky Indarti, saat dihubungi SP, Sabtu (5/11).

Kompolnas menyerahkan dan memercayakan penuh proses penegakan hukum dugaan penistaan agama dengan Basuki Tjahaja Purnama sebagai terlapor, sesuai dengan aturan berlaku dan profesionalitas Polri yang modern dan mandiri.

“Bangunlah Indonesia dengan damai, dan dukunglah Polri yang mandiri, profesional, modern, dan terpercaya, sehingga Polri akan senantiasa melaksanakan tugas dengan lebih mengedepankan perlindungan, pengayoman, pelayanan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan menjadikan penegakan hukum sebagai upaya yang terakhir,” katanya.

Apresiasi serupa juga datang dari Indonesia Police Watch (IPW). Pujian dialamatkan atas kesabaran aparat Polri dan TNI di lapangan dalam mengendalikan aksi demo. “Meski sempat terjadi bentrokan, secara umum aksi demo berjalan lancar dan terkendali oleh aparat keamanan” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane.

Polisi hanya melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau massa, sementara aparat TNI konsentrasi berjaga-jaga mem-backup Polri.

Melihat kekompakan dan loyalitas pengamanan demo tersebut, IPW memberi apresiasi terutama cara yang dilakukan dalam mengendalikan massa sangat elegan. Tidak ada kekerasan dan tidak terlihat sikap arogan. Bahkan sebaliknya penampilan tegas dan humanis selalu ditampilkan aparat terkait.

“Cara-cara yang elegan seperti ini patut dipertahankan Polri dan TNI saat menghadapi demonstran. Dengan cara-cara seperti ini tidak timbul korban, kalaupun ada yang luka di pihak aparat dan demonstran, hanya luka ringan,”katanya.