Home / Berita Polri / Pendekatan Humanis Saat Pengaturan Lalu Lintas Antisipasi Timbulnya Gesekan

Pendekatan Humanis Saat Pengaturan Lalu Lintas Antisipasi Timbulnya Gesekan

Senin, 27 April 2020 19:52 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengatur arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2020 diapresiasi. 

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono. [Tribunnews.com/Theresia]

Pengaturan arus lalu lintas itu diberlakukan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan, cara Korlantas Polri menghadapi para pemudik sudah sangat tepat. Pendekatan yang dilakukan terhadap pemudik yang nekat walaupun jalan sudah disekat pun, cukup baik.

“Korlantas sudah melaksanakan tugas dengan baik. Meski tegas, penyampaian Korlantas secara humanis di lapangan dengan mengimbau masyarakat untuk mengurungkan niat, sangatlah tepat,” kata dia, dalam keterangannya, Senin (27/4/2020).

Baca: Hakim MK: Masa Berlaku Terbatas, Wajar Uji Perppu Corona Diprioritaskan

Upaya pengaturan lalu lintas itu, kata dia, tidak hanya sekedar mengerahkan sumber daya manusia (SDM). Tetapi, juga menggunakan kemajuan teknologi komunikasi canggih,  antara lain dengan command center, drone dan CCTV untuk memantau arus lalu lintas.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, menilai jajaran Korlantas berhasil menerjemahkan instruksi Presiden Joko Widodo yang melarang mudik bagi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona

Instruksi larangan mudik yang terkesan tidak populer dan melawan sensitivitas publik, kata Arteria, andai saja hal itu tidak dilakukan dengan sikap humanis, hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan dan permasalahan baru. 

“Kakorlantas Polri, Irjen (Inspektur Jenderal,-red) Istiono, telah mengedepankan visi Promoter (profesional, modern dan terpercaya) di dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini terlihat dari penerapan di lapangan yang telah direncanakan dengan matang,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Irjen Istiono mengatakan, Operasi Ketupat yang secara rutin digelar Polri pada Ramadan hingga usai Lebaran setiap tahun, pada pelaksanaan tahun ini dinilai lebih menantang.

Pasalnya, pada tahun ini Operasi Ketupat juga disertai dengan operasi penyekatan yang dilaksanakan 24 jam penuh selama sebulan lebih. Tantangan itu adalah keharusan untuk bisa mengedepankan sikap humanis, tanpa meninggalkan sikap tegas.

“Pada Operasi Ketupat 2020 kali ini, petugas tidak boleh lengah memantau kendaraan yang lewat. Bila pada Operasi Ketupat sebelum-sebelumnya, petugas bisa lebih santai, ini tidak mungkin. Petugas harus jaga terus 24 jam, harus mengingatkan pengguna jalan yang mau mudik,” ujarnya.

Petugas Polri, dibantu aparat Dinas Perhubungan dan Jasa Marga di lapangan benar-benar harus bersiaga selama 24 jam penuh.

Setiap menit masih ada saja kendaraan, baik pribadi maupun umum yang mencoba dengan berbagai alasan untuk mudik, mengikuti ritus tahunan, seolah tak ada kejadian besar berupa ganasnya pandemi virus corona.

Agar mencapai sasaran secara optimal, Istiono mengatakan penyekatan pun tak hanya dilakukan di jalur tol, namun juga di jalur-jalur arteri ke dan keluar Jabodetabek.

“Kalau di sini lolos, di depan, mobil akan terjaring lagi, terus sampai Jawa Tengah,” kata Istiono. []



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Link: https://www.tribunnews.com/nasional/2020/04/27/pendekatan-humanis-saat-pengaturan-lalu-lintas-antisipasi-timbulnya-gesekan.
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi