Home / Berita Kompolnas / Peluru Karet Diduga Penyebab Seorang Warga Sumba Tewas

Peluru Karet Diduga Penyebab Seorang Warga Sumba Tewas

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Sumba Barat – KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menemukan bukti memadai  terkait kasus penembakan yang menewaskan seorang warga Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur bernama Poro Duka, 40.

Poro Duka tewas ditembak pada 25 April 2018 saat terjadi kericuhan pada  pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lemboya, Sumba Barat.

Kejadian itu mengakibatkan Kapolres Sumba Barat dicopot Kapolres Sumba  Barat Ajun Komisaris Besar Gusti Maycandra Lesmana dari jabatannya.

“Penyebab kematian Poro Duka karena luka tembak peluru karet. Anak  pelurunya masih dalam proses uji balistik di laboratoium forensik,” kata Komisioner Kompolnas Adrea H Poeloengan dalam jumpa pers di Polda NTT,  Selasa (15/5).

Kompolnas melakukan monitoring dan klarifikasi terkait kasus kematian  Poro Duka di Sumba Barat sejak Kamis pekan lalu dan menemukan seluruh  anggota Brimob dan polisi pengurai massa yang bertugas saat itu  menggunakan peluru hampa dan karet.

“Yang tersisa ada sebagian dari magazine itu peluru karet. Mereka tidak
dibekali peluru tajam,” ujarnya.

Dokter Nih Luh Putu Eni Astuti yang melakukan autopsi terhadap jenazah  Poro Duka mengaku peluru yang ditemukan di tubuh korban adalah peluru  karet.

Menurut dokter Putu, hasil pemeriksaan terdapat luka terbuka berbentuk  bulat dengan diameter 0,5 sentimeter terletak 2,5 sentimeter pada bagian  dada sebelah kanan.

Menurutnya peluru berbentuk bulat lonjong warna hitam dengan panjang 0,8  sentimeter menembus mengenai jantung dan bersarang di kantung jantung. (A-5)

 

Sumber: Palce Amalo – tribunnews.com – 15 May 2018, 18:50 WIB

http://kupang.tribunnews.com/2018/05/15/ini-alasan-pencopotan-kapolres-sumba-barat