Home / Berita Kompolnas / Menko Polhukam RI, Prof Mahfud MD Angkat Bicara, Minta Polri Usut Tuntas Teror Diskusi Mahasiswa CSL Fakultas Hukum UGM

Menko Polhukam RI, Prof Mahfud MD Angkat Bicara, Minta Polri Usut Tuntas Teror Diskusi Mahasiswa CSL Fakultas Hukum UGM

Kompolnas.go.id,Jakarta- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia,  Prof, Mohammad Mahfud MD, angkat bicara, terkait dugaan teror dalam diskusi Mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM).

Menko Polhukam RI, dalam cuitannya, di akun media sosial Twitter pribadinya, Minggu (31/5/2020), menilai biang kekisruhan teror di UGM di karenakan adanya salah paham beberapa orang hingga menimbulkan kegaduhan.

“Webinar tentang ‘Pemberhentian Presiden’ yang batal di UGM kemarin sebenarnya mau bilang bahwa Presiden tak bisa dijatuhkan hanya karena kebijakan terkait Covid. Tetapi ada yang salah paham krn belum bicara TOR dan hanya bicara  judul hingga kisruh. Setelah ditelusuri Webinar itu bukan dibatalkan oleh UGM atau Polisi ,” ungkap mantan Ketua MK RI itu.

Mahfud menyampaikan bahwa telah memerintahkan aparat untuk mengusut.

“Demi demokrasi dan hukum Saya sudah minta Polri agar mengusut peneror panitia dan narasumber. Saya sarankan juga agar penyelenggara dan calon nara sumber melapor agar ada informasi utk melacak identitas dan jejak peneror, terutama jejak digitalnya ,”tutur Menko Polhukam RI.

Disisi lain, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020) menuturkan, Polri akan mengusut adanya dugaan teror kegiatan diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), apalagi jika ada pihak yang dirugikan.

“Polri siap mengusut teror yang dialami oleh Mahasiswa UGM yang menjadi panitia diskusi apabila ada yang dirugikan,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020).

Ia menambahkan, meski belum ada laporan Polri telah memulai langkah penyelidikan untuk mengungkap tindakan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat oleh masyarakat yang dijamin undang-undang tersebut.

Sebelumnya, pelaksana kegiatan diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) mendapatkan ancaman teror akan dibunuh oleh orang tak dikenal.

Dekan Fakultas Hukum UGM Prof. Sigit Riyanto menjelaskan, secara rinci ancaman pembunuhan yang disampaikan orang tak dikenal terhadap pelaksanaan kegiatan hingga kepada keluarganya.

Bentuk ancaman yang diterima beragam seperti pengiriman pemesanan ojek daring ke kediaman penerima teror, teks ancaman pembunuhan melalui telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka. (FER)