Home / Berita Polri / Menanti Kepastian Kasus Novel Baswedan

Menanti Kepastian Kasus Novel Baswedan

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 07:33 WIB

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberi ultimatum ke Mabes Polri terkait penyelesaian kasus penyiraman air keras ke penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kini, Jokowi meminta pengungkapan kasus itu dalam hitungan hari.

Usai mengisi kegiatan di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa 10 Desember 2019, Presiden Jokowi meminta kepada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengungkap siapa dalang dan pelaku penyiraman air keras ke Novel.

“Sore kemarin sudah saya undang Kapolri, saya tanyakan langsung ke Kapolri. Saya juga ingin mendapat sebuah ketegasan ada progress atau tidak? Dijawab ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan,” kata Jokowi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat.

BACAAN LAINNYA

Mahfud MD: Mari Jaga Pilkada 2020 demi Demokrasi yang Berkualitas

Tampilkan Tenun Lombok, Liliana Tanoesoedibjo Pukau IFF & The Masterpiece 2019

Parlemen Israel Setujui Pemilihan Umum Ketiga

Peneliti Ciptakan Headphone Bantu Pengguna Hindari Kecelakaan

Jokowi menolak keinginan Polri yang ingin mengungkap kasus teror kepada penyidik senior lembaga antirasuah itu dalam waktu sebulan. Suami Iriana Jokowi ini ingin Polri segera menangkap para pelaku dalam hitungan hari.

“Oleh sebab itu saya enggak ngasih waktu lagi. Saya bilang secepatnya, segera diumumkan siapa. Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Sudah tanyakan langsung ke sana?” tutur Jokowi.

Sementara Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengatakan, pertemuan Presiden Jokowi dan Kapolri Jendral Idham Azis berlangsung selama dua jam. Dalam pertemuan itu, Idham memastikan bahwa tim teknis kasus Novel Baswedan akan berkerja maksimal guna mengungkap kasus tersebut dalam waktu dekat.

“Terdahulu juga sudah saya sampaikan yang kebetulan saya juga yang menyampaikan dan bertindak selaku juru bicara, kita sudah mendapatkan petunjuk yang signifikan tentang upaya terungkapnya kasus ini. Bukti petunjuk ini, mohon maaf tidak bisa saya sampaikan di ruang publik ini. Karena sangat mengganggu upaya pengungkapan kasus ini,” urai Iqbal.

“Namun sore ini saya sampaikan, ini masalah waktu. Dan waktu ini tidak akan berapa lama lagi. Kami optimis untuk segera menyelesaikan kasus ini. Tidak berapa lama lagi. Dan tidak akan memakan waktu lama lagi. Terhitung mulai saat saya menyampaikan informasi ini,” tambahnya.

Temui Ketua KPK, Kapolri Bicara Komitmen Polri Bereskan Kasus Novel Baswedan

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebegai lembaga pengawas Polri merasa optimis jika Kapolri Idham Azis beserta jajarannya mampu menyelesaikan penyiraman air keras terhadap Novel. Menurut Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, tidak ada kejahatan yang sempurna.

“Saya yakin bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna. Jadi saya optimis Polri akan dapat mengungkap kasus Novel,” ujar Poengky.

Poengky menerangkan, Polri memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk menuntaskan kasus ini. Apalagi, sudah ada temuan baru yang mengarah pada kesimpulan.

“Perlu dukungan semua pihak agar Polri dapat segera mengungkapnya,” imbuh dia.

Istri Novel Baswedan Berharap Kasus Suaminya Dapat Tuntas

Di tempat terpisah, Novel menjelaskan, sebenarnya tidak ada yang sulit untuk mengungkap kasus ini. Asalkan, Polri serius untuk mengungkap kasus penyiraman air keras tersebut.

“Sebenarnya kalau Presiden serius mengungkap kasus ini akan cepat selesai, tapi kalau sekadar saja akan terus seperti ini,” ucap Novel sebelum diskusi Santuy Refleksi Hari Antikorupsi dan HAM di Padang, Sumatera Barat, kemarin.

Terkait dengan konidisi kesehatan matanya, Novel menjelaskan, saat ini mata sebelah kiri bisa melihat tapi terganggu karena pakai salep. Bahkan, salep itu sering kali meluber.

“Sementara mata sebelah kanan yang tidak sakit mata itu yang kabur,” tutur Novel.

Perjalanan Kasus Novel

Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami teror siraman air keras usai salat subuh, pada 11 April 2017 sekira pukul 05.10 WIB di di Masjid Al Ikhsan dekat rumahnya.

Saat berjalan kaki, Novel tiba-tiba dihampiri dua orang laki-laki yang berboncengan sepeda motor dan langsung menyiramkan air keras ke arah wajahnya. Setelah itu, kedua pelaku langsung tancap gas meninggalkan Novel.

Novel langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk mendapat perawatan intensif kemudian dirujuk ke RS Jakarta Eye Center. Selanjutnya, pada 12 April 2017, penyidik senior KPK tersebut kembali dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif soal kerusakan matanya ke rumah sakit di Singapura.

Setelah 10 bulan dirawat di Singapura, Novel Baswedan kembali ke Indonesia. Tapi matanya tak lagi sempurna. Mata kiri dilaporkan sudah tak berfungsi akibat terkena air raksa. Novel kembali bekerja di‎ KPK mulai 27 Juli 2018‎.

Novel bersama KPK dan kalangan sipil terus mendesak pemerintah mengungkapkan kasus teror air keras. Polri pun sudah membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus Novel, tapi sampai batas waktu yang ditentukan mereka gagal. Polri kemudian membentuk tim teknis yang dipimpin Idham Azis yang kini jadi Kapolri. Tapi, sampai hari ini juga hasilnya masih dipertanyakan.

Di tengah gencarnya desakan agar kasus Novel diungkap, KPK diterpa berbagai isu miring. Ada yang menuding di lembaga antirasuah ada kelompok ‘polisi India’ dan kelompok ‘radikal atau taliban’.

TGPF Umumkan Hasil Investigasi Kasus Novel Baswedan

Terakhir, Novel Baswedan dilaporkan ke polisi oleh Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung, pada Rabu 6 November 2019. Politikus PDIP itu menuding Novel Baswedan melakukan pembohongan publik atas kasus air keras yang menimpanya.

Publik dan Novel hingga kini menanti penyelesaian kasus penyiraman air keras. Lalu, akankah Polri di bawah komando Jenderal Idham Azis mampu mengungkapnya dalam waktu dekat seperti permintaan Presiden Jokowi?

Sumber: Okezone

Link sumber: https://nasional.okezone.com/read/2019/12/10/337/2140362/menanti-kepastian-kasus-novel-baswedan