Home / Berita Kompolnas / Lima Kasus Menonjol Dan Keluhan Masyarakat, Jadi Fokus Kunker Kompolnas RI Ke Polda Papua

Lima Kasus Menonjol Dan Keluhan Masyarakat, Jadi Fokus Kunker Kompolnas RI Ke Polda Papua

Kompolnas.go,id,Jakarta- Klarifikasi 5 kasus  menonjol serta penanganan saran dan keluhan masyarakat diwilayah hukum Kepolisian Daerah Papua, menjadi perhatian serius Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (KOMPOLNAS RI). 

Permasalah-permasalah tersebut, menjadi materi pembahasan yang dilakukan Kompolnas RI dalam kunjungan kerja ke Polda Papua. Kunjungan kerja ke Polda Papua yang berlangsung selama 4 hari terhitung dari tanggal 1 Juli sampai 4 Juli 2020, Kompolnas RI dihadiri oleh Komisioner Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Drs Yotje Mende, M.Hum bersama staf Bagian Dukungan Teknis Sekretariat Kompolnas RI.

Dalam kunjungan kerja ke Polda Papua tersebut, Kompolnas RI diterima langsung oleh Waka Polda Papua, Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki dan  Irwasda Polda Papua.

Anggota Kompolnas RI, Irjen Pol (Purn) Yotje Mende,M.Hum, menjelaskan, kunjungan kerja ke wilayah hukum Polda Papua yang dilakukan Kompolnas RI adalah untuk menindak lanjuti serta meminta penjelasan terkait dengan 5 kasus memonjol yang terjadi di wilayah hukum Polda Papua di antaranya, aksi penyerangan secara masif dengan tindakan kekerasan oleh kelompok masyarakat Papua di Jajayapura, penembakan terhadap anggota Polres Mamberamo Raya, pertikaian anatara masyarakat kampung Kehiraan 1 dan kampung Toware, perkara TNI/Polri yang berhasil melumpuhkan 4 orang kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan larinya 4 tahanan yang dirawat di RS. Bhayangkara Papua karena positif Covid-19.

“ Tentunya dalam kunjungan kerja ke Polda Papau, Kompolnas RI akan mencari dan mengumpulkan keterangan secara langsung, bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi, apakah penanganan sudah selesai sesuai Peraturan Kapolri dan fakta lain sebab akibat terjadi insiden di wilayah hukum Polda Papua. Dari semua informasi dan data yang nantinya dikumpulkan akan menjadi bahan kajian Kompolnas RI berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kapolri dan Presiden R.I,” ungkap anggota Kompolnas Yotje Mende.

Jenderal purnawirawan Polri itu berharap, dengan adanya kujungan kerja yang dilakukan Kompolnas RI ke Polda Papua dalam membahas bersama 5 kasus menonjol serta penanganan saran dan keluhan masyarakat, dapat menjadi masukan dan acuan kepada pimpinan Polri khususnya Polda Papua agar dapat menyelesaikan setiap permasalah-permasalah yang terjadi di masyarakat, secara transparan dan profesional dalam melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Tentunya dari kunker tersebut, sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya, Kompolnas ingin melihat apakah ada kelalaian dan kesalahan anggota dilapangan dalam tatalaksana penanganan atau kelalain lain dalam kejadian tersebut. Tentunya Kompolnas akan mendorong agar perkara-perkara yang terjadi di Polda Papua agar segera dituntaskan tanpa ada pihak yang dirugikan, tanpa diskriminasi, transparan dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. (FER)