Home / Berita Kompolnas / Kompolnas Sebut Kosongnya Kursi Kabareskrim Tak Pengaruhi Kinerja Polri Ungkap Kasus Novel

Kompolnas Sebut Kosongnya Kursi Kabareskrim Tak Pengaruhi Kinerja Polri Ungkap Kasus Novel

Selasa, 3 Desember 2019 20:24 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai kekosongan kursi Kabareskrim Polri selama satu bulan terakhir tidak mempengaruhi kinerja korps Bhayangkara dalam mengungkap kasus.

Termasuk juga pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Posisi Kabareskrim pasti akan segera terisi dalam waktu dekat. Tidak usah khawatir. Jangan berpikir bahwa masih belum adanya Kabareskrim dalam satu bulan ini akan mengganggu pelayanan, tugas-tugas dan kinerja Reskrim dalam penegakan hukum,” kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti kepada Tribunnews.com, Selasa (3/12/2019).

Baca: Posisi Kabareskrim Kosong, Polri: Tak Berpengaruh pada Pengungkapan Kasus Novel Baswedan

Ia menyatakan, sejatinya polri sudah mempunyai mekanisme dalam setiap proses pergantian jabatan dan kepangkatan.

Menurut dia, semuanya harus diproses oleh Wanjakti (Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi).

Selain itu, imbuh dia, sistem di Kepolisian juga diklaim sudah berjalan dengan baik.

“Masyarakat bisa melihat kerja-kerja Reskrim di seluruh Indonesia juga tetap berjalan seperti biasa, karena memang sistem sudah berjalan dengan baik,” tuturnya.

Baca: Saut Situmorang: Teror Novel Baswedan Benar Terjadi, Saya Juga Alami Teror

Di sisi lain, ia menyatakan nantinya bukan hanya kasus Novel yang diminta untuk diselesaikan.

Namun kasus kasus lain yang masih belum diselesaikan Polri.

“Kasus-kasus yang masih belum bisa diungkap memang jadi kewajiban penyidik untuk dapat mengungkap tuntas. Tidak hanya kasus Novel, tapi juga kasus-kasus yang lain,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, usai ditetapkan sebagai Kapolri dalam rapat paripurna DPR, pada 31 Oktober 2019, Jenderal Idham Azis sempat melontarkan janji akan menunjuk penggantinya setelah dilantik.

Penunjukan Kabareskrim baru juga tak lepas dari janji Idham untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Baca: Rekam Jejak Gatot Eddy Pramono, Kapolda Metro Jaya yang Namanya Mencuat Jadi Kabareskrim

Namun, nyatanya, belum ada tanda-tanda siapa perwira tinggi (pati) yang akan menduduki jabatan tersebut hingga saat ini.

Idham sebenarnya sudah melakukan rotasi jabatan pertamanya sebagai Kapolri.

Bahkan, Idham juga telah memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pati dari rotasi pertamanya pada 19 November 2019.

Namun, dalam surat telegram bernomor ST/3020/XI/KEP/2019 tertanggal 8 November 2019, tidak ada posisi Kabareskrim.

Sejumlah jabatan yang dirotasi antara lain, Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), Kapolda Sumatera Selatan, Kapolda Kalimantan Timur, Koorsahli Kapolri, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, hingga Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.



Sumber: Tribunnews.com 

Link: https://www.tribunnews.com/nasional/2019/12/03/kompolnas-sebut-kosongnya-kursi-kabareskrim-tak-pengaruhi-kinerja-polri-ungkap-kasus-novel?

Editor: Adi Suhendi