Home / Berita Kompolnas / Kompolnas RI Sebut Kematian Hendri Tidak Relevan dengan Kekerasan yang Ada

Kompolnas RI Sebut Kematian Hendri Tidak Relevan dengan Kekerasan yang Ada


Editor: Bari

September 14, 2020

Batamline.com, Batam – Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI) turun langsung ke Polresta Barelang menanggapi keluhan masyarakat atau keluarga pelaku kepemilikan narkoba yang tewas saat menjalani pemeriksaan di Sat Narkoba Polresta Barelang, Senin (14/9/2020).

Tiga orang Komisioner Kompolnas RI yang turun ke Polresta Barelang yaitu, Irjen Pol (Purn) Benny Jozua Mamoto, Poengky Indarti dan, Albertus Wahyu Rudianto.

Tiga komisioner Kompolnas RI tersebut datang ke Polresta Barelang untuk mengklarifikasi terkait tewasnya Hendri Alfreet Bakari (38) alias Otong, pelaku kepemilikan narkoba jenis sabu.

“Kami menerima keluhan dari keluarga H (Hendri), kami tampung dan klarifikasi. Agar lengkap, makanya kami datang kemari,” kata Sekretaris Kompolnas RI, Irjen Pol (Purn) Benny Jozua Mamoto saat ditemui di lobi Polresta Barelang.

Komisioner Kompolnas mendengar langsung penjelasan dan uraian dari penyidik Sat Narkoba Polresta Barelang dan dokter Forensik Polda Kepri

Benny membenarkan pada tubuh almarhum pelaku ada luka. Namun luka tersebut bukan menjadi penyebab kematian.

“Tidak relevan antara kematian pelaku dan kekerasan minor yang ada,” tegasnya.

Benny menyebut, jika pelaku yang tewas tersebut juga pengguna narkoba. Bahkan beberapa organ tubuhnya telah rusak akibat barang haram tersebut.

“Pelaku positif menggunakan narkoba. Jika menggunakan narkoba, saraf otak akan diserang terlebih dahulu. Jadi memang tidak mudah menangani orang mengkosumsi narkoba,” sebutnya.

Kompolnas bersama Polda Kepri dan Polresta Barelang akan membangun komunikasi dengan pihak keluarga pelaku.

“Supaya semuanya clear. Kita ingin transparansi. Jangan sampai nanti multi tafsir yang menyebabkan ragu atau sangsi. Mudah-mudahan ada hikmah dibalik ini,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Hendri Alfreet alias Otong (38), tersangka sabu yang meninggal saat pemeriksaan, diketahui mengalami sesak nafas sebelum diantar ke rumah sakit.

Kasatres Narkoba Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman, mengungkapkan, Otong meninggal di rumah sakit, Sabtu (8/8/2020) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat menjalani pemeriksaan usai ditangkap di Bendang, atau tempat pemeliharan ikan kawasan Belakangpadang, Kamis (6/8/2020) malam, Otong mengeluhkan sesak nafas.

Bahkan, petugas juga sempat membelikan obat Ventol Inhaler, obat untuk orang asma. Dengan harapan, bisa membantu tersangka.

Namun Jumat malam kondisinya makin parah, sehingga petugas membawa Otong ke rumah sakit. Setelah menjalani perawatan, akhirnya Otong dinyatakan meninggal.

“Proses pemeriksaan berjalan seperti biasa. Yang bersangkutan mengaku sesak nafas. Anggota juga sudah belikan obat untuk tersangka. Namun kondisinya makin parah dan dibawa ke rumah sakit,” jelas Rahman, Sabtu malam. (bang)