Home / Berita Kompolnas / Kompolnas: Propam Juga Cek Kemungkinan Anggota Lain Dimaki Kapolres Blitar

Kompolnas: Propam Juga Cek Kemungkinan Anggota Lain Dimaki Kapolres Blitar

Audrey Santoso – detikNew – Jumat, 02 Okt 2020 12:33 WIB

JakartaKompolnas mengatakan pihaknya memantau tindak lanjut Polda Jawa Timur (Jatim) terkait perselisihan antarperwira yang terjadi di Polres Blitar. Seperti diketahui, ada masalah antara Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo dan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani (Erliana Riady/detikcom)

Kompolnas mengatakan tim Paminal Bidang Propam Polda Jatim akan mengecek kebenaran soal AKBP Ahmad Fanani kerap memaki kasar anggotanya, selain AKP Agus. Hal itu berdasarkan informasi Polda Jatim.

“Dari pihak Propam, Paminal sudah melakukan pemeriksaan kepada Kasat Sabhara untuk mengumpulkan informasi. Akan diselidiki, apakah hanya satu peristiwa itu atau ada rangkaian peristiwa lain yang juga menimpa anggota yang lain. Karena keterangan dia, ‘Teman-teman saya juga mengalami hal seperti itu’,” kata Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Benny menuturkan nantinya keterangan soal konfirmasi sikap kasar AKBP Ahmad Fanani terhadap anggota lainnya akan dikumpulkan. Setelah itu, Paminal baru akan meminta klarifikasi kepada AKBP Ahmad Fanani.

“Kemudian tentunya, setelah data terkumpul, baru nanti akan dikonfirmasi kepada kapolresnya,” ucap Benny.

Benny menegaskan Polda Jatim harus serius menindaklanjuti ketidakharmonisan antara AKBP Ahmad Fanani dan AKP Agus. Benny juga menegaskan seorang pimpinan harus menjadi teladan bagi anak buah.

“Ini kalau hal semacam ini, selalu menurut saya, perlu didalami lebih lanjut secara serius. Bagaimana Kasat Sabhara sampai mengambil keputusan yang begitu drastis, apakah itu akumulasi. Kalau menurut Kapolres, kan baru sekali dia negur,” ujar Benny.

“Di samping itu, perlu didalami apakah ada masalah pribadi sehingga dia (AKP Agus) mengambil keputusan seperti itu. Demikian juga kapolresnya mengeluarkan kata-kata yang tidak elok sebagai pimpinan. Harusnya menjadi teladan bagi anggota. Marah boleh, tapi mengedepankan kesantunan. Menghargai anak buah itu harus dilakukan sehingga anggotanya segan,” sambung Benny.

Seperti diketahui, AKP Agus memutuskan mengundurkan diri dari Polri lantaran tak tahan terhadap sikap AKBP Ahmad Fanani. Agus menyebut Ahmad Fanani kerap melontarkan ujaran kasar kepada anak buah.

“Namanya manusia tentu ada kelebihan dan kekurangan. Setiap beliau marah, ada yang tidak cocok, itu maki-makian kasar yang diucapkan. Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan, dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah, dan lain-lain,” ungkap Agus.

Ahmad Fanani menuturkan ‘makian’ itu merupakan bentuk teguran pimpinan kepada anggotanya. Fanani menjelaskan peristiwa itu bermula ketika ia menegur salah satu anggota Satuan Sabhara Polres Blitar yang berambut panjang. Fanani meminta AKP Agus menegur anak buahnya saat operasi yustisi pada Sabtu (19/9).

“Jadi gini, anak buahnya itu kan rambutnya panjang, ya saya tegur dong, karena dia kan Sabhara tidak boleh rambut panjang. Kebetulan kan waktu itu dia operasi yustisi, operasi yustisi kan bisa, saya dengan Kasat Sabhara kan bisa (berkomunikasi),” jelas Fanani saat dihubungi detikcom.

“Panggillah Kasat Sabhara melalui HT ‘kenapa kok anggotanya tidak ditegur rambutnya panjang?’. ‘Jangan kita itu nggak berani negur anggota kita, jangan kayak bencong’, saya bilang kayak gitu, kita nggak berani negur anak buahnya, udah itu aja,” imbuhnya. (aud/fjp)

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5197029/kompolnas-propam-juga-cek-kemungkinan-anggota-lain-dimaki-kapolres-blitar?