Home / Berita Kompolnas / Kompolnas Persilakan Polri Ikuti Petunjuk Presiden soal Densus Tipikor

Kompolnas Persilakan Polri Ikuti Petunjuk Presiden soal Densus Tipikor

Jakarta – Kompolnas mendukung pembentukan Densus Tipikor, tapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Polri. Presiden Jokowi pun telah memberikan petunjuk apa saja syarat tersebut.

“Polri sudah diberi petunjuk oleh Presiden seperti yang disampaikan oleh Kapolri dalam rangka pematangan dan penyempurnaan. Jadi silakan penuhi petunjuk tersebut,” kata komisioner Kompolnas, Andrea Poeloengan, ketika dihubungi, Selasa (24/10/2017) malam.

Ia mengatakan, setelah petunjuk sudah dipenuhi Polri, nantinya draf tersebut bisa diserahkan ke Kemenko Polhukam untuk kembali dibahas. Ia menyebut nama densus tersebut bisa apa saja, asalkan tujuannya menguatkan penanganan kasus korupsi, dari pencegahan, penindakan, hingga pemulihan aset dengan cermat jika akan dibuat satu pintu.

Dalam pelaksanaannya, Polri akan mengajak Kejaksaan Agung berada dalam sistem satu atap. Tapi, meski berada satu atap, Andrea menilai tidak akan mengurangi kedua kewenangan lembaga tersebut karenakewenangannya tetap sama.

Tujuan pembentukan densus ini hanya memudahkan koordinasi. Ia mencontohkan konsep tersebut seperti yang dilakukan di Prancis.

“Model Quasi-one roof system antara penyidik dan JPU adalah secara fisik kantornya berdekatan atau satu kantor, tapi kewenangan tetap merujuk pada UU masing-masing dan KUHAP. Termasuk merujuk pada UU KPK untuk koordinasi dan supervisi (korsup) dan pelaporan SPDP, misalnya,” ujarnya.

Dengan dilakukan koordinasi secara satu atap, menurutnya, proses hukum dari penyelidikan hingga penuntutan dapat berjalan lancar karena kedua pihak terus berkomunikasi secara intens. Serta dapat mengurangi proses dibolak-balikkannya berkas perkara.

“Harapannya, proses penyelidikan-penyidikan-penuntutan bisa bersinergi sejak awal, komunikasi lebih lancar dan dapat mengurangi proses prapenuntutan, bolak-balik berkas perkara. Termasuk upaya pembuktian dan asset tracing recovery atau penyelamatan aset bisa lebih optimal,” ujarnya.

Ia menyebut model penyatuan satu atap antara penyidik dan jaksa penuntut umum, seperti yang ada di kantor Samsat. Di sana ada beberapa stakeholder yang melayani masyarakat.

“Model Quasi-one roof system antara penyidik dan JPU lebih mirip kantor Samsat. Ada Polri, Dispenda/pajak, dan Jasa Raharja, pelayanannya satu atap, kewenangannya masing-masing. Titik beratnya di pelayanan kepada masyarakat. Jadi masyarakat diuntungkan, Polri menjadi lebih baik dan upaya pemerintah dalam menangani korupsi juga optimal baik dalam tataran implementasi penegakan hukum, maupun keselarasan kebijakan atau program dan pengawasan,” ungkapnya.

(yld/rna)

[Yulida Medistiara – detikNews – Rabu 25 Oktober 2017, 09:42 WIB] https://news.detik.com/berita/d-3698863/kompolnas-persilakan-polri-ikuti-petunjuk-presiden-soal-densus-tipikor