Home / Berita Kompolnas / Kompolnas Nilai Polisi Sudah Sesuai Prosedur saat Jaga Demo UU Ciptaker

Kompolnas Nilai Polisi Sudah Sesuai Prosedur saat Jaga Demo UU Ciptaker

Kompolnas Nilai Polisi Sudah Sesuai Prosedur saat Jaga Demo UU Ciptaker
Polisi Pukul Mundur Massa Ricuh di Harmoni. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

27 Oktober 2020 18:17 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com – Anggota Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja tidak berdiri di ruang kosong. Ada kepentingan politik di balik demonstrasi tersebut.

“Kami melihat bahwa demonstrasi UU Cipta Kerja tidak berdiri di ruang kosong. Ada berbagai macam kepentingan, termasuk kepentingan politik,” ujar Poengky dalam Webinar Divisi Humas Polri, Selasa (27/10).

Poengky melihat karena adanya kepentingan tersebut anggota Polri potensial menjadi sasaran ‘tembak’.

“Sehingga polri potensial menjadi sasaran ‘tembak’,” kata dia.

Selain itu, Kompolnas menilai apa yang dilakukan polisi dalam mengamankan aksi demonstrasi sudah netral dan sesuai prosedur. “Polri dalam mengamankan aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Cipta Kerja telah bersikap netral dan sesuai dengan prosedur,” ujar Poengky.

Pakar Komunikasi Politik Hendri Budi Satrio mengamini bahwa demonstrasi menolak UU Cipta Kerja bukan ruang kosong. Pemerintah, kata dia, memahami hal itu.

Justru, Hendri mengkritik pemerintah yang menyampaikan narasi bahwa ada dalang ketika awal demonstrasi merebak. Dosen Universitas Paramadina ini mengatakan, hal itu justru membuat demonstrasi semakin kisruh.

“Sebaiknya pejabat negara musti hati-hati menyampaikan pendapatnya jangan semua diumbar. Apalagi sebuah demonstrasi yang bukan ruang kosong kepentingannya banyak,” kata dia dalam kesempatan sama. (mdk/eko)