Home / Berita Kompolnas / Kompolnas Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner di PTIK

Kompolnas Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner di PTIK

Kamis, 28 November 2019

JAKARTA – Kompolnas melakukan uji validitas dan uji reliabilitas kuesioner di PTIK Jakarta, pada hari Rabu (27/11/19). Hal ini dilakukan sebelum menyebarkan kuesioner dan interview responden dalam kegiatan penelitian. Kuesioner tersebut diuji validitas dan reliabilitas-nya dulu.

Dalam kegiatan penelitian tersebut, 130 orang mahasiswa PTIK yang notabene semuanya Perwira Polri sebagai responden.

Kompolnas Memulai Penelitian dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner di PTIK
Kompolnas Memulai Penelitian dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner di PTIK [Eka].

Dede menambahkan, bahwa validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya. Selain itu validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti, menurut Cooper dan Schindler dalam Zulganef, (2006).

“Uji validitas digunakan untuk mengukur sah, atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang  tepat dan akurat sesuai dengan maksud dikenakannya tes tersebut. Suatu tes menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah “, kata Dede.

Kompolnas Memulai Penelitian dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner di PTIK Sebelum menyebarkan kuesioner dan interview responden, bahan kuesioner tersebut diuji validitas dan reliabilitas nya dulu. Pesertanya diikuti oleh 130 orang mahasiswa PTIK yang notabene semuanya Perwira Polri.
Kompolnas Memulai Penelitian dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner di PTIK Sebelum menyebarkan kuesioner dan interview responden, bahan kuesioner tersebut diuji validitas dan reliabilitas nya dulu. Pesertanya diikuti oleh 130 orang mahasiswa PTIK yang notabene semuanya Perwira Polri. [Eka].

Dede menyebutkan, bahwa dalam pengujian validitas terhadap kuesioner, dibedakan menjadi 2, yaitu validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang lain ada kesamaan). Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item.

Dari hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 0,05, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total, jelas Dede.

Lebih lanjut Dede menjelaskan, sementara uji reliabilitas dimaksudkan agar instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya di lapangan.

Uji reliabilitas dimaksudkan agar instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya di lapangan
Uji reliabilitas dimaksudkan agar instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya di lapangan. [Eka].

“Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliabel “, kata Dede.

Dede menjelaskan, bahwa reliabilitas atau keandalan adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran dari alat ukur yang sama (tes dengan tes ulang) akan memberikan hasil yang sama, atau untuk pengukuran yang lebih subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas antar penilai). Reliabilitas tidak sama dengan validitas. Artinya pengukuran yang dapat diandalkan akan mengukur secara konsisten, tapi belum tentu mengukur apa yang seharusnya diukur.

Dalam suatu penelitian, reliabilitas adalah sejauh mana pengukuran dari suatu tes tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama. Penelitian dianggap dapat diandalkan bila memberikan hasil yang konsisten untuk pengukuran yang sama. Tidak bisa diandalkan bila pengukuran yang berulang itu memberikan hasil yang berbeda-beda.

Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empirik ditunjukan oleh suatu angka yang disebut nilai koefisien reliabilitas. Reliabilitas yang tinggi ditunjukan dengan nilai rxx mendekati angka 1,” kata Dede menutup pembicaraan. []