Home / Berita Kompolnas / Kompolnas Minta Wakapolri Diperiksa Terkait Resepsi Pernikahan Mantan Kapolsek Kembangan

Kompolnas Minta Wakapolri Diperiksa Terkait Resepsi Pernikahan Mantan Kapolsek Kembangan

RADARINDO.co.id – JAKARTA : Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti soal resepsi pernikahan mantan Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana dengan selebgram Rica Andriani.

Pasalnya, resepsi pernikahannya digelar ditengah wabah virus Corona atau Covid-19. Ternyata, Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dan pejabat lainnya, turut menghadiri resepsi yang dinilai melanggar Maklumat Kapolri tersebut.

Komisioner Kompolnas, Andrea Poeloengan mengatakan, Maklumat Kapolri tersebut belum dapat dijadikan rujukan hukum, dan hanya sebatas iimbauan.

Menurutnya, dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, maklumat bukan termasuk sebagai peraturan perundang-undangan.

“Jadi, dari sudut peraturan perundangan-undangan tidak ada aturan hukum yang dilanggar,” kata Andrea saat dihubungi, Jum’at (3/4), dilansir dari Liputan6.com.

Namun, Andrea menyoroti adanya sanksi kode etik terkait resepsi pernikahan mantan Kapolsek Kembangan tersebut. Menurut Andrea, sanksi harus diberikan ke anggota Polri lainnya yang diduga melanggar Maklumat Kapolri.

“Maka, tidak hanya Kapolsek saja, seharusnya yang dikenai sanksi kode etik atau disiplin, tetapi seluruh anggota atau pejabat Polri yang hadir. Tanpa kecuali wajib diperiksa Propam dan segera disidangkan tidak dalam waktu yang lama. Termasuk Kanit Intel, Kapolsek dan Kasat Intel yang wilayah lokasi tempat pesta harus diperiksa. Karena tidak mencegah sebelumnya dengan membatalkan izin keramaian serta membubarkan pesta tersebut,” ucapnya.

Menurut Andrea, Maklumat Kapolri bukan perintah sembarangan. Terlebih perintah tersebut merupakan perintah dan kebijakan pimpinan tertinggi dari Kapolri dan Korps Bhayangkara sebagai lembaga.

“Makanya jika bicara etis dan kepatutan, siapapun sepanjang mereka anggota atau pejabat Polri dalam konteks kode etik dan disiplin Polri, wajib tunduk mutlak tanpa kecuali terhadap maklumat tersebut. Jika terbukti melanggar, bagi saya jika di hukum demosi atau pemberhentian dengan tidak hormat, adalah hal yang wajar,” pungkasnya.

Sementara itu, Poengki Indarti yang juga selaku Komisioner Kompolnas mengatakan, semestinya Kompol Fahrul dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Terlebih, ia menjadi seorang pimpinan Polri di tingkat Kecamatan.

“Saya sangat prihatin ada anggota Polri dengan level Kapolsek melanggar Maklumat Kapolri dan melanggar imbauan pemerintah untuk melakukan segala upaya mencegah penyebaran Covid-19. Padahal aturan pemerintah dan Maklumat Kapolri juga harus ditaati seluruh anggota Polri,” ujar Poengki.

Dengan adanya sanksi yang akan diberikan oleh Profesi dan Pengamanan (Propam) kepada Kompol Fahrul, dia berharap hal tersebut dapat memberikan efek jera dan menjadi peringatan untuk anggota Polri lainnya.

“Saya berharap sanksi yang diberikan Propam dapat memberikan efek jera, tidak saja kepada yang bersangkutan, tetapi juga seluruh anggota Polri,” kata Poengki.

Sebelumnya diberitakan, Kompol Fahrul Sudiana, terpaksa harus dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Kembangan, karena dinilai telah melanggar aturan Maklumat Kapolri, Jenderal Pol Idham Aziz, nomor MAK/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020, lantaran menggelar resepsi pernikahan ditengah mewabahnya (pandemi) virus corona.

Acara pernikahan Fahrul yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta mendadak viral di media sosial, lantaran digelar ditengah mewabahnya virus corona. Kini, Fahrul dimutasi ke Polda Metro Jaya dan menduduki jabatan non struktural. (KRO/RD/Lp6)

Link Berita : https://radarindo.co.id/2020/04/03/headline/kompolnas-minta-wakapolri-diperiksa-terkait-resepsi-pernikahan-mantan-kapolsek-kembangan/