Home / Berita Kompolnas / Kompolnas: Kapolri Pengganti Idham Azis Harus Jenderal Bintang Tiga

Kompolnas: Kapolri Pengganti Idham Azis Harus Jenderal Bintang Tiga

Kapolri Jenderal Idham Azis saat menghadiri rapat kerja dengan komisi III di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Rapat membahas Rencana Kerja 2020, tindak lanjut kasus Novel Baswedan, penanganan kasus Natuna, penanganan kasus Taman Sari dan isu-isu lainnya. Dalam rapat ini juga kapolri dan komisi III menetapkan dua kesimpulan mengenai rapat tersebut. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Para Jenderal Polisi bintang tiga yang akan menggantikan Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Pasalnya calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu harus sudah berpangkat Komjen atau bintang tiga. 

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) belum mengajukan nama-nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis ke Presiden karena waktunya masih lama sekitar 6 bulan lagi atau setengah tahun lagi pucuk pimpinan di Instansi Kepolisian akan berganti.

Anggota Komisioner Kompolnas Andrea H. Poeloengan mengatakan pihaknya tidak ingin kasak kusuk dalam untuk menentukan calon Kapolri pengganti Idham Azis. Pihaknya pun tidak mengetahui siapa jenderal bintang dua (Irjen) dan jenderal bintang tiga (Komjen) yang sudah mulai melakukan kasak kusuk. 

“Maaf Kompolnas lembaga negara, jadi gak ada kegiatan kasak kusuk,” kata Andrea kepada AKURAT.CO saat dihubungi, Jumat (12/6/2020) malam. 

Menurut dia, yang punya hak untuk dicalonkan adalah para Jenderal Polisi yang bintang 3. 

“Dan pada saat pemilihan sudah bintang 3 dan belum pensiun. Mau bintang 3 di struktur atau diluar struktur,” ujar Andrea. 

Dalam mengajukan atau menyodorkan nama-nama calon Kapolri ke Presiden, dikatakan Andrea, Kompolnas tidak menentukan pilihan berdasarkan kubu-kubu atau geng yang selama ini ada di kepolisian, seperti geng Solo, dan kubu pendukung Idham Azis yang saat ini masih menjabat sebagai Kapolri. 

“Gak begituan (soal gerbong di kepolisian) di prosedur (sesuai pangkat jenderal bintang tiga). Dan kami sebagai penyelenggara negara tidak bisa pakai cara seperti itu,” ucap Andrea. 

Ia menambahkan bahwa Kompolnas mengajukan sejumlah nama calon Kapolri berdasarkan petunjuk Presiden. Karena nantinya Kompolnas akan dimintai pandangan dan pendapatnya oleh Presiden. 

Andrea menegaskan penunjukan dan penentuan calon Kapolri akan diseleksi oleh jajaran Komisioner Kompolnas yang baru menjabat di periode yang akan datang. 

“Belum (mengajukan nama-nama calon Kapolri) kan masih lama. Nanti sama komisioner yang baru. dan itupun tunggu petunjuk Presiden,” tuturnya. 

Sebelumnya Ind Police Watch (IPW) menyebut meskipun masa jabatan Kapolri Idham Azis masih enam bulan lagi, bursa calon Kapolri di internal kepolisian mulai marak di pergunjingkan. Sedikitnya ada delapan nama yang disebut-sebut masuk sebagai calon kuat dalam bursa calon Kapolri.

Dari pendataan IPW, kedelapan nama itu, terdiri dari lima jenderal bintang tiga (Komjen) dan tiga bintang dua (Irjen). Kedelapan nama ini mulai dari lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 A hingga lulusan tahun 1991.

 Mereka adalah Komjen Rico (Kabaintelkam), Komjen Agus  (Kabaharkam), Komjen Boy Rafly (Kepala BNPT), Komjen Sigit (Kabareskrim), dan Komjen Gatot Eddy (Wakapolri).

 Sedangkan untuk bintang dua ada Irjen Nana (Kapolda Metro Jaya), Irjen Ahmad Lufti (Kapolda Jateng), dan Irjen Fadhil (Kapolda Jatim). 

“Ketiga jenderal bintang dua ini bisa masuk bursa calon Kapolri karena menjelang Idham Azis pensiun ada dua posisi jenderal bintang tiga yang bakal pensiun, yakni Kepala BNN dan Sestama Lemhanas,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya beberapa hari yang lalu. 

Bahkan, kata dia, jika menjelang 1 Juli ini posisi Kakorbrimob dijadikan bintang tiga, peluang jenderal bintang dua untuk masuk menjadi bintang tiga menjadi tiga posisi. Sebab keberadaan Kakorbrimob dengan pangkat Komjen sudah disetujui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan tinggal menunggu penetapan dan pelantikan saja. 

Sesuai prosedurnya, nama-nama calon Kapolri itu akan digodok Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri yang diketuai Wakapolri dan anggotanya Irwasum, Assisten SDM, dan Kadiv Propam. 

Nama nama yang digodok Wanjakti ini lalu diserahkan Kapolri kepada Presiden untuk dipilih, kemudian dilakukan uji kepatutan di Komisi 3 DPR. 

“Namun di sisi lain Kompolnas juga memberikan nama-nama calon Kapolri sebagai usulan kepada Presiden,” ujar Neta. 

Dalam bursa calon Kapolri kali ini, IPW melihat ada tiga kelompok yang menonjol, yakni Geng Solo terdiri dari jenderal- jenderal yang pernah bertugas di Solo, Geng Idham yang merupakan jenderal-jenderal yang dekat dengan Kapolri Idham Azis. 

“Dan Geng Netral yang dekat dengan semua pihak,” sambungnya. 

Kemudian yang menarik dalam dinamika teraktual di Polri, tiga kelompok yang sempat mendominasi putaran elit kekuasaan di Polri, saat ini sudah terkikis dan tersingkir dari kekuasaan internal kepolisian tersebut, yakni Geng Syafruddin, Geng Tito, dan Geng BG.

Dalam sejumlah mutasi di era Kapolri Idham Azis, kelompok Syafruddin dan Tito perlahan tapi pasti tersingkir dari putaran elit kekuasaan di kepolisian. Sementara Geng BG tersisi di luar lembaga kepolisian, meski mendapat pangkat menjadi jenderal bintang tiga. 

“Apakah jenderal-jenderal bintang tiga Geng BG yang berada di luar Polri ini bisa kembali ke internal kepolisian dan masuk dalam bursa calon Kapolri, kita tunggu saja,” tegas Neta.[]

Link Berita : https://akurat.co/id-1139992-read-kompolnas-kapolri-pengganti-idham-azis-harus-jenderal-bintang-tiga