Home / Berita Kompolnas / Kompolnas: E-Tilang Dapat Hilangkan Budaya “Damai di Tempat”

Kompolnas: E-Tilang Dapat Hilangkan Budaya “Damai di Tempat”

JAKARTA – Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan diberlakukannya sistem tilang elektronik (e-tilang) diyakini dapat menghilangkan perilaku koruptif yang biasanya dilakukan oleh jajaran polisi lalu lintas.

Sehingga, pihaknya menilai e-tilang itu merupakan suatu terobosan yang positif dalam menegakkan hukum di Tanah Air.

“Dengan e-tilang, maka tidak akan ada lagi “damai di lapangan” yang dapat menimbulkan korupsi dan suap kepada oknum aparat yang menjadikan citra kepolisian menjadi buruk,” ujarnya kepada Okezone, Rabu (1/11/2017).

Ia menambahkan, e-tilang mengajarkan kepada pengendara kendaraan baik roda dua maupun empat untuk patuh kepada aturan hukum yang berlaku. Sebab, kini pihaknya melihat masyarakat semakin rendah kesadarannya untuk mentaati sebuah regulasi yang telah ditetapkan.

Dengan adanya e-tilang, sambung Poengky, mereka mau tak mau akan membayar denda atas pelanggaran yang telah dilakukannya.

“Dengan e-tilang, maka pelanggar lalu lintas mau tidak mau harus patuh pada hukum..Sehingga menjadikan para pengendara lebih taat pada hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan masih menunggu laporan dari warga bila melihat petugas yang nakal, di mana masih berani meminta uang terhadap pelanggar lalu lintas. Kata dia, jika pengendara menemukan jajarannya melakukan hal tersebut, maka segera laporkan ke pihaknya.

“Masyarakat jangan lagi mencoba-mencoba untuk menyuap aparat. Sebaliknya, jika ada oknum aparat kepolisian yangg meminta uang suap, segera catat nama dan pangkatnya,” tandasnya.

Seperti diketahui, nantinya dalam penerapan sistem e-tilang para pengendara yang melanggar akan terekam oleh kamera pengintai CCTV. Petugas kepolisian kemudian mencatat data dari nomor kendaraan yang melanggar untuk kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi e-tilang dan dikirimkan kepada pelanggar.

Nantinya petugas menetapkan pula pelanggaran atau pasal mana yang telah dilanggar untuk disesuaikan dengan jumlah denda yang harus dibayar. Pengendara nanti diwajibkan untuk membayar denda maksimal sebesar Rp500 ribu melalui banking maupun transfer dan menunjukkan bukti itu pengendara bisa mengambil kembali barang bukti yang ditilang semisal SIM ataupun STNK.

Uang Rp500 ribu tersebut merupakan denda maksimal, nantinya denda yang dibebankan kepada pelanggar akan disesuaikan dengan pelanggaran, apabila uang tersebut lebih maka pihak bank akan mengembalikan uang kepada pelanggar.

(Ari)

[Fadel Prayoga · okezone.com · Rabu 01 November 2017, 06:13 WIB] https://news.okezone.com/read/2017/11/01/337/1806194/kompolnas-e-tilang-dapat-hilangkan-budaya-damai-di-tempat