Home / Berita Kompolnas / Kompolnas Dukung Personel Polri yang Maju di Pilkada 2018

Kompolnas Dukung Personel Polri yang Maju di Pilkada 2018

Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi personil Polri yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), baik sebagai gubernur, wakil gubernur, bupati, atau wali kota dengan syarat personel polisi itu memiliki rekam jejak (track record) yang baik dan memenuhi syarat atau aturan yang berlaku. Selain itu, personel Polri yang akan maju juga harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Polri.

Demikian dikatakan Komisioner Kompolnas Bekto Suprapto, Andrea Poeloengan, dan Yotje Mende kepada SP, Selasa (17/10) pagi menanggapi akan munculnya calon peserta Pilkada 2018 dari sejumlah anggota Polri di berbagai daerah.

Menurut Bekto, Kompolnas akan mendukung, bahkan mengapresiasi personel Polri yang akan maju Pilkada dengan syarat anggota tersebut mengikuti aturan yang berlaku, termasuk manakala personel terkait telah mendapat rekomendasi dari partai yang merekrut, maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari Polri.

“Kami sudah menyampaikan kepada Inspektorat Pengawasan Umum, Provost, termasuk Irwasda di wilayah untuk terus memantau dan mengawal sampai sejauh mana terkait adanya rencana anggota Polri yang akan maju Pilkada harus juga mematuhi prosedur yang berlaku,” ujar Bekto.

Dikatakan, dalam etika politik sebelum dan sesudah dinyatakan sah pendaftaran bagi anggota Polri yang akan ikut Pilkada maka anggota Polri yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau berhenti dari jabatannya. Demikian pula setelah mendaftar, dan diterima sebagai pasangan calon gubernur atau wakilnya, bupati, wakil bupati, wali kota, atau wakil wali kota maka anggota Polri tersebut sudah tidak lagi menjadi personel Polri.

Pengamat hukum Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah DR Wahyu P Djatmiko SH MH yang dikonfirmasi SP, Selasa pagi juga mengapresiasi terkait langkah positif siapa pun anggota Polri yang akan maju dalam Pilkada.

Wahyu mengatakan, itu adalah adalah terobosan positif mengingat anggota Polri memiliki rekam jejak, bahkan pengalaman sebagai pelayan masyarakat, termasuk mengetahui persis sejak dini seperti apa kondisi sosial masyarakat di wilayah seperti aksi kriminalitas, korupsi, hingga peristiwa sosial lainnya. Dari pengalaman tersebut maka merupakan hal yang wajar jika anggota Polri dengan pengalaman terkait maju sebagai sebagai orang nomor satu di wilayah.

“Namun dari pengalaman yang nyata itu tentu harus dibuktikan dengan track record lainnya, misalnya anggota Polri yang memiliki pengalaman, termasuk sikap dan kepribadian yang baik karena dengan pengalaman telah menangani bahkan terjun langsung pada berbagai permasalahan sosial, hukum ,dan kriminal itu, nantinya jika terpilih harus diterapkan dengan lebih baik lagi,” tegasnya.

Selain itu, tuturnya, masyarakat juga akan menguji sejauh mana kepatutan syarat anggota Polri tersebut untuk maju dalam Pilkada.

Wahyu mengatakan, bagi personel Polri yang sudah direkomendasi sebagai pasangan calon Pilkada harus konsisten mengundurkan diri dari jabatan dan selanjutnya menjalankan amanat masyarakat dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kebersamaan di daerah pemilihananya .

Dikatakan, dari pengalaman, sosok anggota Polri yang akan maju dalam Pilkada harus memiliki rekam jejak yang baik. Selain itu, bagi anggota Polri yang mendapat dukungan dari partai mana pun, diharapkan dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dan pengalamannya selama ini sebagai bagian dari Polri. Sebab, Polri adalah aparat kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), sehingga diharapkan pengalaman tugas itu dapat menambah bekal dalam melayani masyarakat jika kelak terpilih nantinya.

Setidaknya saat ini ada sejumlah nama yang dikabarkan akan maju dalam Pilkada serentak 2018. Nama-nama tersebut yakni Irjen Pol Safarudin, yang saat ini menjabat Kapolda Kaltim akan maju sebagai Cagub Kaltim, Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw akan maju sebagai Cagub Papua, kakor Brimob Irjen Pol Murad Ismail akan maju sebagai Cagub Maluku. Selanjutnya, Wakalemdikpol Irjen Pol Anton Charlian yang akan maju sebagai Cagub Jabar, mantan Kapolda Sumut Irjen Pol (Purn) Wisnu Amat Sastro akan maju sebagai Cagub Sumut.

Berikutnya, mantan Kabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol (Purn) Susno Duadji yang akan maju sebagai Cagub Jabar, mantan Kapolda Lampung Brigjen Pol (Purn) Edward Syah Pernong yang akan maju sebagai Cawagub Lampung, dan mantan Direktur Kemasyarakatan BNN Brigjen Pol (Purn) Siswandi yang akan maju sebagai Cawalkot Cirebon, Jabar.

[Gardi Gazarin / PCN | Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:52 WIB] http://www.beritasatu.com/nasional/458458-kompolnas-dukung-personel-polri-yang-maju-di-pilkada-2018.html