Home / Berita Kompolnas / Kompolnas Dukung Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme

Kompolnas Dukung Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme

Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendukung pelibatan TNI dalam penanganan terorisme di Indonesia. Pelibatan TNI dalam memerangi terorisme itu juga harus sesuai dengan koridor hukum yang ada.

“Kompolnas betul-betul mendukung pelibatan TNI dalam penanganan terorisme di Indonesia. Namun harus sesuai dengan koridor hukum yaitu tidak melanggar kaidah hukum dan aturan lainnya, dan dengan membuat UU yang telah diamanatkan dalam UUD 1945, Tap MPR VI/tahun 2000 dan Tap MPR VII/tahun 2000,” ujar Sekretaris Kompolnas, Bekto Suprapto, saat jumpa pers, di Rupat Utama Kompolnas, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2017).

Kompolnas menyadari upaya dalam pemberantasan terorisme tidak hanya dapat dilakukan oleh Polri saja. Karena itu, Kompolnas memerlukan bantuan dari TNI, BNPT dan dukungan dari masyarakat.

“Polri tidak mungkin mengatasi sendiri hal-hal seperti masalah terorisme dan fenomena ISIS seperti yang sedang ramai sekarang ini,” tutur Bekto.

Meski begitu, Kompolnas menitikberatkan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme ini tidak boleh melanggar aturan hukum yang lebih tinggi, artinya harus konstitusional. Aturan mengenai TNI dan Polri secara kelembagaan telah ada terpisah sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.

“Bukan berarti harus mengubah atau setidaknya bertentangan norma dasar yang ditentukan UUD 1945,” imbuh Bekto.

Bekto lalu menjelaskan bila secara konstitusi Polri merupakan penanggung jawab utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Adanya TNI pun itu hanya sebagai kekuatan bantuan dan pendukung.

“Polri adalah penanggungjawab utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta menegakkan hukum. Sehingga TNI dan masyarakat tidak berwenang ikut campur bahkan mengambil alih dalam penegakan hukum, karena untuk hal ini hanya sebagai kekuatan bantuan dan pendukung,” kata Bekto.

(knv/dhn/detik.com)