Home / Berita Kompolnas / Kompolnas Apresiasi Korlantas yang Tegas Minta Pemudik Putar Balik

Kompolnas Apresiasi Korlantas yang Tegas Minta Pemudik Putar Balik

Minggu, 26 April 2020 23:31 | Reporter : Ya’cob Billiocta

Merdeka.com – Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, termasuk kebijakan melarang masyarakat mudik ke kampung halaman. Sejumlah wilayah disekat untuk mengantisipasi gelombang pemudik. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bahkan meminta para pemudik untuk putar balik, kembali ke daerah asal keberangkatan.

Kompolnas Apresiasi Korlantas yang Tegas Minta Pemudik Putar Balik
Kompolnas. ©istimewa

Sikap tegas Korlantas kepada para pemudik ini diapresiasi oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Komisioner Poengky Indarti menilai, kebijakan penyekatan wilayah dan meminta pemudik untuk putar balik tepat dalam mencegah penyebaran virus corona.

“Pada saat pemerintah melarang masyarakat untuk mudik, Korlantas menerapkan penyekatan-penyekatan serta meminta para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, untuk memutar balik arah kembali ke Jakarta atau daerah asal keberangkatan. Cara-cara yang digunakan Korlantas tegas namun humanis. Hal ini membuat masyarakat segan dan mematuhi arahan polisi,” ujar Poengky kepada wartawan, Minggu (26/4).

Selain itu, Poengky juga menyebut Korlantas telah mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung larangan pemerintah tersebut. Termasuk dengan penggunaan teknologi seperti command center, komunikasi canggih, drone dan CCTV untuk memantau arus lalu lintas.

Selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), anggota Korlantas juga memberikan penyadaran dan arahan kepada masyarakat untuk mematuhi aturan pemerintah dalam mencegah penyebaran corona melalui cara jaga jarak serta menggunakan masker.

“Dalam melaksanakan tugasnya, anggota juga sudah dibekali alat pelindung yang dapat mencegah tertular Covid-19,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Jumat (24/4), sebanyak 1.180 kendaraan yang telah dipaksa putar balik oleh petugas. Paling banyak di wilayah Cikarang Barat.

“Ada 18 titik pos pam terpadu kita siapkan. Tetapi ada dua titik utama paling besar ya, satu di pintu Tol Cikarang Barat, satu di pintu Tol Cibitung yang mau arah ke Merak. Kalau yang Cimanggis sekarang enggak jadi, karena kan masyarakat Bogor boleh masuk ke Jakarta, Bogor yang dekat di sana,” Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Istiono mencatat selama dua hari Ramadan, sebanyak delapan ribu lebih pemudik Jawa-Sumatera diminta putar balik. Menurutnya, dari Lampung sampai pulau Jawa ada 59 titik penyekatan.

“Kita sudah putar balikan 5.041 kendaraan baik bus, kendaraan pribadi, travel, sewa, maupun roda dua. Hari kedua sekitar 3.332 yang kita putar balikan. Artinya angkanya semakin menurun, makin bagus. Saya respek,” tutur Istiono.

Menurut Istiono, dalam peninjauan ke Pelabuhan Merak, jumlah pemudik terbilang sepi. Ini menunjukkan masih ada kesadaran masyarakat Indonesia atas upaya bersama menangani penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Yang mudik menuju pelabuhan ini sudah lebih kurang 350-an yang kita putar balikkan,” jelas dia. [cob]

Sumber: Merdeka.com

Link sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/kompolnas-apresiasi-korlantas-yang-tegas-minta-pemudik-putar-balik.html