Home / Berita Kompolnas / Kompolnas: Ada Pihak yang Ingin Membuat Polri Tampak Tidak Netral

Kompolnas: Ada Pihak yang Ingin Membuat Polri Tampak Tidak Netral

Farouk Arnaz / FMB – Senin, 25 Maret 2019 | 10:58 WIB

Poengky Indarti ( Foto: Antara )
Poengky Indarti ( Foto: Antara )

 

  • Polri dinilai tidak netral karena isu buzzer, MRSF, dan video Jokowi yes.
  • Masyarakat agar tidak mudah percaya pada hal-hal yang belum pasti kebenarannya.

 

Jakarta, Beritasatu.com — Komisioner Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) RI Poengky Indarti mengatakan dirinya tidak melihat adanya indikasi ketidaknetralan polisi jelang Pemilu 2019.

Mantan direktur eksekutif Imparsial ini justru melihat ada pihak-pihak tertentu yang tidak suka polisi bersikap netral dan kemudian menyebarkan kabar yang tidak benar.

“Netralitas Polri ditegaskan dalam Pasal 28 UU Polri, sehingga baik pimpinan maupun anggota, harus mematuhinya. Sejauh ini saya melihat Polri netral,” kata Poengky saat dihubungi Beritasatu.com Senin (25/3/2019).

Pihak yang tidak suka itu, masih kata Poengky, misalnya menuding polisi melakukan kriminalisasi terhadap pihak tertentu atau menuding polisi sebagai buzzer. Terhadap mereka yang tidak benar ini, dia berharap agar Polri dapat menindak tegas.

“Jelang pemilu ini banyak berita dan video hoax. Jadi mohon masyarakat agar tidak mudah percaya pada hal-hal yang belum pasti kebenarannya. Polisi dan Kemkominfo harus waspada dan memantau agar mereka yang melakukan penyebaran berita bohong segera ditindak tegas,” imbuhnya sekali lagi.

Mantan aktivis ini juga memuji langkah polisi untuk menghentikan sementara acara Millenial Road Safety Festival (MRSF)—yang bersifat edukasi massal — agar tidak digunakan sebagai sasaran tudingan pihak tertentu.

“Itu adalah tindakan yang tepat. Polisi diharapkan menindaklanjuti jika diduga ada pihak-pihak yang ingin mengacaukan (acara) tersebut. Saya sungguh prihatin. Tidak hanya KPU yang jadi sasaran fitnah, melainkan juga Polri dan TNI yang bersikap netral menjaga keamanan juga jadi sasaran. Semoga masyarakat tidak terpancing,” tutupnya.

Seperti diberitakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavin telah mengeluarkan surat telegram agar polisi netral. Telegram itu keluar di tengah kontroversi jika korps baju cokelat ini diisukan ikut bermain politik dan tidak netral.

Mulai dari dukungan menjadi buzzer Jokowi dengan aplikasi Sambhar, kesusupan aksi politik dalam beberapa acara Millenial Road Safety Festival (MRSF), hingga beredarnya video “Jokowi Yes”

 

Sumber: BeritaSatu.com

https://www.beritasatu.com/nasional/544891/kompolnas-ada-pihak-yang-ingin-membuat-polri-tampak-tidak-netral