Yusuf Warsyim S.Ag., M.H

Anggota Kompolnas

         Yusuf atau lebih dikenal Yusuf Warsyim, sebagai Anggota Kompolnas masa bakti tahun 2020-2024 dari Unsur Tokoh Masyarakat. Aktivitas Yusuf sebagai Unsur Tokoh Masyarakat lebih banyak di lingkungan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia. Keaktifannya saat ini di Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (KORNAS FOKAL IMM) dari sejak tahun 2016 sebagai Anggota Dewan Pertimbangan. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) tahun 1999-2001, Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah masa amaliyah tahun 2010-2015. Selain di lingkungan Muhammadiyah, Yusuf juga aktif sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Utama (eLMU), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang pernah bermitra dengan Satuan Polisi Pamong Pradja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan pembinaan masyarakat dan sosialisasi peraturan perundangan-undangan kepada masyarakat DKI Jakarta.
            Selain aktif dalam organisasi kemasyarakatan, Yusuf sebelum menjabat sebagai Anggota Kompolnas saat ini, telah cukup lama bekerja sebagai Tenaga Ahli di DPR RI yang membidangi hukum dan etika. Sejak Masa Keanggotaan Tahun 2009-2014 sebagai Tenaga Ahli di Pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPR RI serta Masa Keanggotaan Tahun 2014-2019 dan Tahun 2019- 2024 sebagai Tenaga Ahli di Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI (MKD) yang kemudian mengundurkan diri pada tanggal 18 Agustus 2020 karena dilantik sebagai Anggota Kompolnas oleh Presiden RI Joko Widodo. Dari perjalanan bekerja tersebut, Yusuf telah berpengalaman di bidang penegakan etika, terutama kode etik DPR RI. Dengan pengalaman tersebut, Yusuf ingin memperkuat Kompolnas memiliki peran yang sangat strategis dalam penegakan Kode Etik Profesi POLRI (KEPP) melalui pelaksanaan fungsi pengawasan fungsional yang dimilikinya. Dengan keahliannya, Yusuf aktif menjadi Narasumber dalam berbagai kegiatan yang diselanggarakan oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam kegiatan seminar dan rapat serta penyusunan peraturan DPRD tentang kode etik DPRD. Melalui MKD DPR RI dari sejak Masa Keanggotaan Tahun 2014-2019 dan Tahun 2019-2020, dalam menjalankan pekerjaannya, Yusuf telah sering berhubungan dengan POLRI baik melalui kegiatan penyelidikan dugaan pelanggaran kode etik Anggota DPR RI yang terkait dengan adanya Laporan Polisi maupun melalui kegiatan sosialisasi fungsi, tugas, dan wewenang MKD DPR RI di lingkungan kewilayahan POLRI.
              Pendidikan terkait dengan keahlian yang dimilikinya, Yusuf kuliah S2 Magister Hukum di Universitas Jayabaya dan saat ini masih berjalan kuliah S3 Ilmu Hukum di Universitas 17 Agustus Jakarta. Yusuf sebelumnya merupakan alumni S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara yang saat ini bernama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Selain pendidikan formal, Yusuf juga telah mengikuti pelatihan keahlian, diantaranya Pelatihan Para Legal tahun 1999 dan Pelatihan Legilatif Drafting tahun 2015.
                Karya tulis yang pernah dibuat Yusuf, diantaranya, Kekuasaan Presiden Dalam Pemberian Persetujuan Penyidikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Tesis Magister Ilmu Hukum (2016), Terobosan Legislasi Sistem Etika Lembaga Perwakilan: Menimbang RUU Etika Lembaga Perwakilan, dalam Buku Menjaga Kehormatan Lembaga Perwakilan (MKD, 2016 dan 2019), dab Peran Etika Dalam Peningkatan Kinerja Anggota DPR RI, dalam Buku Dinamika dan Tantangan Kinerja Lembaga Perwakilan, Buku (MKD, 2017). (*)


Yusuf Warsyim  S.Ag., M.H