Home / Berita Kompolnas / Komisioner Kompolnas: 22 MENIT, Wajib Nonton

Komisioner Kompolnas: 22 MENIT, Wajib Nonton

Kepolisian Resor Bogor Tengah ikut Menyaksikan Film 22 menit #kamitidaktakut. (Foto: Adi/PojokBogor)
Kepolisian Resor Bogor Tengah ikut Menyaksikan Film 22 menit #kamitidaktakut. (Foto: Adi/PojokBogor)

Bogor – Kalarensi Naibaho (2008) menjelaskan bahwa film adalah sebuah budaya suatu masyarakat yang disajikan dalam bentuk gambar hidup, dan berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan. Melalui film masyarakat dapat melihat secara nyata apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat tertentu pada masa tertentu.

Sejalan dengan Andrea H Poeloengan, salah seorang Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam acara Nonton Bareng dan Meet and Greet “22 MENIT” di studio 4 XXI BTM Kota Bogor bersama Kapolresta Bogor Kota, Danrem 061/Suryakancana, Dandim 0606/Kota Bogor, Kajari Bogor, Sekdakota Bogor, Kadishub Pemkot Bogor para jajaran Forkompimda Plus di Kota Bogor bersama Tomas, Toga, Toda dan masyarakat, mengargumentasikan film merupakan salah satu media yang merupakan cerminan masyarakat.

“Budaya yang ada pada masyarakat dapat disajikan melalui film,” jelasnya, Kamis 19 Juli 2018 sore.

Film yang terinspirasi kejadian “bom Sarinah atau bom Thamrin”, telah mengekspresikan realitas kehidupan para insan Polri dan masyarakat menurut Andrea.

“Film ini digarap dengan apik, alur cerita yang menghanyutkan emosi penonton, ringan tapi dalam meresap ke jiwa. Belum lagi musik dan soundtrack yang sangat enak di dengar,” ujar Andrea.

Kisah heroik para anggota Polri dalam melawan teroris, juga dikombinasikan kisah heroik lainnya di kehidupan masyarakat yaitu seorang adik yang memperjuangkan abangnya untuk mencari kerja karena sudah 7 bulan menganggur.

Gambaran salah satu sub kultur Polri bahwa seorang junior yang hormat kepada seniornya dan senior yang mengayomi juniornya mewarnai film tersebut ketika adegan pengurusan tilang di Pos Polisi.

“Yang juga menarik adanya penampilan dalam satu scene ketika Kapolri Tito Karnavian dan isteri berperan sebagai pelanggar lalu lintas karena berboncengan motor tidak menggunakan helm. Ini kan realitas kesadaran bersepeda motor di sebagian masyarakat kita. Kemudian ketika hendak di tilang, sang istri tidak terima, malah menggertak Polantas dengan mengatakan bahwa mereka adalah temannya Kapolri. Pada bagian ini selain bermakna realitas, juga membuat penonton tertawa”, ungkapnya.

Menurut Andrea, film ini sarat makna, untuk itu ia menghaturkan terima kasih kepada Polri, produser dan sutradara, juga semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini.

“Saya gak mau jadi Spoiler, tapi kalian jangan Kepo. Ini film wajib ditonton. 22 MENIT. #Kamitidaktakut,” pungkasnya. (*)

(adi/pojokbogor)

Sumber: Iwan Gunawan – bogor.pojoksatu.id – Jumat, 20 Juli 2018 pukul 11.25 WIB

https://bogor.pojoksatu.id/baca/komisioner-kompolnas-22-menit-wajib-nonton