Home / Berita Kompolnas / Kepolisian Diminta Bersih dari Intervensi

Kepolisian Diminta Bersih dari Intervensi

KEPOLISIAN diminta profesional dan bersih dari intervensi dalam meng­ungkap kelompok ujaran kebencian berunsur SARA.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan kerja keras kepolisian untuk memproses kasus ini hingga tuntas tidak boleh dipengaruhi sikap tebang pilih. Sikap tersebut sebagai pembuktian komitmen Polri untuk lebih baik.

“Penyidik harus dilindungi agar bebas dari intervensi oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain itu, Polri harus bersikap independen termasuk memeriksa pihak yang diduga bersinggungan dengan tersangka ujaran kebencian.

Anggota Kompolnas lainnya, Bekto Suprapto, menambahkan pengungkapan kasus ini menjadi momentum Polri untuk menunjukkan tekad sebagai institusi tepercaya. Polri pun harus tegas terhadap tersangka yang terlibat dalam kasus Saracen sekalipun disebut-sebut ada anggota Polri yang menjadi saudaranya.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan penyidik telah mendapatkan bukti ujaran kebencian yang dibuat tersangka Asma Dewi.

Bukti transaksi yang dilakukan tersangka dengan kelompok Saracen pun terus didalami untuk mengetahui aliran dana tersebut.

“Kami sedang menunggu hasil analisis PPATK atas transaksi laporan keuangan yang bersangkutan,” terangnya.

Dari hasil analisis PPATK yang bekerja sama dengan tim penyidik didapatkan, alur transaksi tersangka termasuk Rp75 juta yang langsung mengalir ke berbagai pihak.

“Kami tunggu pembuktian dari PPATK. Nanti kita akan tahu aliran dananya ke mana semua, siapa yang bisa dilibatkan, siapa yang bisa jadi saksi atau tersangka,” ungkapnya.

Sejauh ini PPATK tidak mau berkomentar terkait dengan hasil analisis transaksi 14 rekening kelompok Saracen termasuk milik Asma Dewi. Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan pihaknya masih bekerja dan menganalisis aliran transaksi para tersangka.

“Kami masih kerja terus, tapi yang pasti kita percayakan saja kepada kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. Tugas kami untuk mendukung penegakan hukum.”

Sebelumnya, Asma Dewi diamankan di kediaman rumah kakaknya yang merupakan anggota Polri aktif berpangkat brigjen. Tersangka diamankan tim Bareskrim Polri sekitar pukul 10.00 WIB tanpa perlawanan. Polri pun menyita 2 telepon seluler, 4 e-mail, dan 2 akun Facebook.

(Sru/P-2/mediaindonesia.com/Rabu, 13 September 2017 06:38 WIB)
http://mediaindonesia.com/news/read/122169/kepolisian-diminta-bersih-dari-intervensi/2017-09-13