Home / Kematian Mantan Wakapolda Sumut, Kompolnas Ingatkan Penyidik 3 Hal

Kematian Mantan Wakapolda Sumut, Kompolnas Ingatkan Penyidik 3 Hal

 

Kematian Mantan Wakapolda Sumut Agus Samad. (Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id)
Kematian Mantan Wakapolda Sumut Agus Samad. (Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id)

Jakarta – Kematian mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara atau Wakapolda Sumut, Kombes Pol Agus Samad, masih tertutup kabut apa motifnya. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengingatkan ke penyidik tentang 3 hal penting dalam mengungkapkan motif tewasnya mantan Irwasda Polda Jatim dengan kondisi tak biasa.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, mengingatkan penyidik Polda Jatim agar tidak keluar dari tiga hal itu. Pertama, kata dia, dalam melakukan pemeriksaan harus menggunakan Scientific Criminal Investigation (SCI) agar mendapatkan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan. Penggunaan SCI dalam pengungkapan kasus ini merupakan hal yang paling penting.

 

Kedua, pengungkapan kasus kematian mantan Wakapolda Sumut ini perlu dilakukan dengan kehati-hatian agar tidak terjadi kekeliruan, terutama saat pengambilan keputusan.

 

Terakhir, atau yang ketiga, semua yang dilakukan harus dapat dibuktikan dengan fakta-fakta dan pendekatan ilmiah dan hindari berasumsi.

 

“Polisi harus fokus dalam penyelidikan dengan menggunakan Scientific Criminal Investigastion. Itu saja,” ujar Komisioner Kompolnas dari unsur tokoh masyarakat, Sabtu, 7 April 2018.

 

Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur telah memeriksa 22 saksi termasuk rekan bisnis purnawiran berpangkat tiga kembang melati emas itu. Berdasarkan penyelidikan yang telah memasuki bulan kedua ini, penyidik masih belum menentukan motif kematian pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat itu, bunuh diri atau dibunuh.

 

Berikut rangkuman singkat kasus kematian Kombes Pol Agus Samad yang tak wajar;

 

  1. Sabtu, 24 Februari 2018, Ditemukan Tewas Mengenaskan

Mantan Wakapolda Sumut Kombes (Pol) Agus Samad ditemukan tewas di rumahnya Perum Bukit Dieng Blok MB9, Pisangcandi, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Agus ditemukan tewas oleh Gunaryo, salah satu satpam perumahan tersebut. Gunarso dihubungi Suhartatik, istri Agus Samad, yang berada di luar kota.

 

Saat itu, sang istri memberikan kabar kalau telepon seluler suaminya tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari. Ia pun meminta tolong Gunarso untuk mengecek ke rumah. Setelah dicek, pintu depan rumah terkunci. Gunaryo bersama warga pun mendobrak pintu depan setelah mendapatkan izin dari istrinya.

 

Setelah pintu terbuka, Agus ditemukan tergeletak bersimbah darah di halaman belakang rumah. Ditemukan juga luka di paha bagian belakang dan sayatan di kedua tangannya dan kaki diikat tali rafia yang terhubung ke pagar lantai tiga. Sekitar 10  meter dari ditemukannya Agus, warga pun melihat bercak darah yang mulai mengering.

 

  1. Tulang Rusuk Menembus Jantung

 

Polisi juga menemukan beberapa luka sayatan di tangan kanan-kiri. Kemasan racun serangga dalam botol merek Baygon dan cairan lainnya pun tergeletak di sekitar lokasi.

 

Belakangan hasil autopsi doktoral forensik menyebutkan penyebab kematian lulusan Akpol Tahun 1970 itu karena patahan tulang rusuk yang menembus jantung.

 

  1. Tak Ada Kerusakan dan Jejak Pihak Lain

 

Dugaan kuat purnawirawan polisi yang akrab dengan dunia intelijen itu bunuh diri sangat mendekati jika melihat tak ada kerusakan pada kediamannya. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi tidak menemukan kerusakan di sekitar lokasi.

 

Seluruh pintu dalam kondisi terkunci, begitu juga atap rumah yang biasa digunakan pelaku sebagai jalan keluar masuk masih terlihat utuh. Selain tidak menemukan kerusakan, polisi juga mendapatkan seluruh ruangan dalam kondisi rapih alias tidak berantakan seperti bekas diacak-acak orang. Barang-barang berharga di rumah pun tak ada yang hilang.

 

Begitu juga dengan jejak kaki yang ditinggalkan di bagian tangga menunju lantai tiga itu hanya ditemukan tanda bekas telapak kaki mirip korban. Pun demikian dengan sidik jari yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian mengarah ke korban alias tak ditemukan sidik jari orang lain.

 

  1. Terikat Tali Rafia dan Darah Kering

 

Pertama kali Agus Samad ditemukan tewas tergeletak di halaman belakang, yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi ceceran darah yang sebagian sudah mengering. Bekas darah itu persis berada di bawah meja makan. Darah itu diyakini berasal dari tubuh korban yang terluka.

 

Agus Samad tergeletak dengan kondisi mengenaskan. Dua kakinya terikat tali rafia yang salah satu ujungnya terhubung dengan pagar besi balkon di lantai tiga. Kondisi ini seolah Agus menjadi korban perampokan.

 

  1. Suara Misteri di Ujung Telepon

 

Penuturuan Suhartatik, istri Agus Samad, sebelum ditemukan tewas dirinya menemukan kejanggalan dari ujung telepon sang suami. Saat terakhir dihubungi, suara yang terdengar dari ujung telepon suaminya sedikit berat, berbeda jauh dengan suara biasanya.

 

Setelah terdengar suara berbeda, telepon dimatikan tiba-tiba. Setelah itu, telepon suaminya tak bisa dihubungi lagi. Hal ini yang membuat Suhartatik merasa janggal dan meminta tolong kepada petugas keamanan untuk mengecek rumahnya.

 

  1. Avanza Hitam di Depan Persemayamannya

 

Kecurigaan berikutnya adalah rekaman kamera CCTV yang menangkap minibus hitam melintas menuju kediaman Agus Samad. Minibus hitam itu melintas malam sebelum Agus ditemukan tewas.

 

Sayangnya, aktivtas pengemudi mobil hitam di depan persemayaman Agus itu tak terekam kamera.

 

  1. Aroma Kuat Bisnis Rumah Makan

 

Penyidikan polisi mulai mengarah ke jejak rekan bisnis rumah makan milik keluarga Agus Samad. Belakangan, penyidik memeriksa saksi yang berada di Banyuwangi, Blitar dan Bali untuk menelusuri rekan bisnisnya.

 

Seperti diketahui, saat peristiwa itu terjadi, Suhartatik, istri Agus, sedang berada di Bali untuk urusan bisnis rumah makan miliknya.

 

Apakah aroma kuat bisnis rumah makan yang menjadi motif kematian purnawirawan menengah berpangakat Kombes itu? Mari kita sama-sama tunggu hasil penyelidikan dari pak Polisi. (MSA)

 

 

sumber: Syahrul Munir – kriminologi.id – Sabtu, 7 April 2018 12:05:19 WIB

Link: https://kriminologi.id/hard-news/umum/kematian-mantan-wakapolda-sumut-kompolnas-ingatkan-penyidik-3-hal