Home / Berita Polri / Kebahagiaan Sopir Bus setelah Anaknya Diterima Jadi Taruna Akpol

Kebahagiaan Sopir Bus setelah Anaknya Diterima Jadi Taruna Akpol

 

 Kebahagiaan Sopir Bus Setelah Anaknya Diterima Jadi Taruna Akpol Sutarto dan Nur Aini Cahyaningsih bahagia lantaran anaknya Nora Septiana dinyatakan lolos seleksi akhir penerimaan Taruna Akpol 2018. FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI
Kebahagiaan Sopir Bus Setelah Anaknya Diterima Jadi Taruna Akpol
Sutarto dan Nur Aini Cahyaningsih bahagia lantaran anaknya Nora Septiana dinyatakan lolos seleksi akhir penerimaan Taruna Akpol 2018. FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI

SEMARANG – Sutarto dan Nur Aini Cahyaningsih tak bisa menutupi kebahagiaan dan rasa bangganya, begitu anaknya Nora Septiana dinyatakan lolos seleksi akhir penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2018. Nama Nora tercantum dalam daftar 250 calon taruna yang diumumkan panitia pusat seleksi di Gedung Cendekia, Kompleks Akpol Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/7/2018).

Seperti diketahui, 250 peserta terdiri 220 taruna dan 30 taruna dinyatakan lulus, sedangkan 110 peserta terdiri 102 taruna dan 8 taruni dinyatakan tak lulus.

Sutarto yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir bus ini tidak menyangka sang anak dinyatakan lolos seleksi tahap akhir di Akpol. “Saya masih tidak menyangka anak saya dapat lolos tahap akhir penerimaan Taruna Akpol. Tentu ini merupakan anugerah terindah dari Tuhan kepada saya dan keluarga,” tutur Sutarto.

Dia mengungkapkan bahwa Nora memang bercita-cita menjadi polisi. Meski perempuan dan anak bungsu dari tiga bersaudara, tapi Nora sudah menjadi pribadi yang mandiri. “Sejak kecil sudah mandiri, sekolah SMP dan SMA di Semarang dan sudah jauh dari keluarga,” kata Sutarto.

Pria berusia 55 tahun ini mengutarakan, selain sekolah, putrinya juga aktif mengikuti kegiatan olahraga bela diri yakni karate. Bahkan, Nora merupakan atlet Karate andalan Jawa Tengah. “Dia itu atlet karate, prestasi terakhir juara satu dalam ajang Piala Mendagri di Palu. Sejak SD sampai SMA, Nora memang selalu juara dalam ajang karate,” kata Sutarto dengan bangganya.

Sutarto menambahkan, anaknya menjadi anggota polisi sebagai hal yang tidak terbayangkan. Sebagai seorang sopir bus di daerah Boyolali dengan penghasilan Rp50.000 per hari, tentu hal yang membanggakan kalau Nora menjadi polisi. “Tentu sangat membanggakan, keluarga, masyarakat dan semua kenalan saya, bangga dengan prestasi anak saya ini,” ucapnya.

Di sisi lain, Sutarto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polri yang telah melakukan proses seleksi dengan baik dan jujur. Menurutnya, proses seleksi penerimaan taruna Akpol yang dilakukan dengan clean and clear ini memberikan kesempatan kepada orang seperti dirinya untuk ikut mendaftarkan anaknya.

“Saya rasa prosesnya bersih, tidak ada KKN. Tidak ada satu sen pun uang keluar dari saya untuk proses pendaftaran anak saya itu,” katanya.
(amm)

Sumber:  Ahmad Antoni – Jum’at, 27 Juli 2018 – 18:03 WIB
https://daerah.sindonews.com/read/1325603/22/kebahagiaan-sopir-bus-setelah-anaknya-diterima-jadi-taruna-akpol-1532689273