Home / Berita Kompolnas / Kasus Teror Rumah Bupati Kediri Bisa Jadi Preseden Buruk Menjaga Keamanan Warga Negara

Kasus Teror Rumah Bupati Kediri Bisa Jadi Preseden Buruk Menjaga Keamanan Warga Negara

Editor Nurhayat | Senin, 24 Agustus 2020 – 15:12

indopos.co.id – Aksi teror petasan besar di kediaman pribadi Bupati Kediri, Jawa Timur, Haryanti Sutrisno diduga berkaitan dengan politik menjelang Pemilihan Bupati (Pilbub) Kediri Desember mendatang.

Kepada wartawan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, jika teror ini murni kriminal tanpa ada aktor intelektualnya, mungkin bisa saja diduga dilatarbelakangi oleh kekhawatiran kontestan tunggal Cabup Kediri terhadap Bupati Petahana.

“Yaitu popularitas petahana yang mungkin mengkhawatirkan bagi kontestan tunggal, kekhawatiran itu bisa saja mengikuti jejak kota Makassar yang dimenangkan kotak kosong,” tandas Dedi.

Apalagi sejauh ini, kata Dedi, kontestan afiliasi NU adalah Cawabup dari putra Pramono Anung, dan mereka kontestan tunggal. Sebab itu, Dedi mengatakan, hal ini tak akan bisa dihindari oleh opini publik yang menarik teror itu ke dalam Pilkada di wilayah tersebut.

“Sehingga ada tanda tanya besar kenapa ada ancaman terkait Pilkada? mereka perlu menjaga nama baik dengan mendukung aktif kondusifitas di Kediri,” tuturnya.

Dedi menyebut, aksi dugaan teror yang menyasar rumah Bupati Kediri sangat memprihatinkan terkait terkait dengan peran pemerintah dalam menjaga keamanan warga negaranya.

“Jika pejabat publik saja mendapat teror, bagaimana dengan warga biasa. Dan hal senada bukan sesekali terjadi, sehingga bisa ditafsir adanya penurunan kualitas keamanan masyarakat dalam pemerintahan sekarang,” kata Dedi, saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (23/8/2020).

Dihubungi terpisah, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menilai dengan scientific crime investigation atau penyidikan berbasis ilmiah, hasil rekaman CCTV yang telah diamankan polisi mampu mengungkap pelaku hingga barang yang digunakan untuk meneror kediaman Bupati Kediri Haryanti Sutrisno.

“Bisa dilacak keberadaan orang tersebut beserta kendaraannya, serta barang yang digunakan sebagai alat untuk meneror”, kata Poengky.

Scientific crime investigation juga membuat penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian menjadi kuat dan sulit untuk dipatahkan.

Kendati demikian, Poengky mengharapkan masyarakat bersabar dan memberi kesempatan kepada penyidik untuk melaksanakan tugasnya lantaran melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan berdasarkan scientific crime investigation membutuhkan waktu.

“Kita tunggu hasilnya,” tandas Poengky.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, aparat sudah mengantongi hasil forensik itu guna melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku dugaan aksi teror tersebut.

“Hasil CCTV melalui digital Forensik secara teknis sudah diuji dan hasilnya untuk kepentingan penyidikan,” kata Trunoyudo saat dikonfirmasi.

Secara paralel, Polisi juga terus melakukan rangkaian pemeriksaan saksi. Saat ini tercatat sudah ada 11 orang yang diminta keterangan dari kasus teror tersebut.

“Masih penyelidikan tersangka sejauh ini sudah 11 saksi yang di ambil keterangannya,” demikian Trunoyudo. (yay)

Sumber: https://indopos.co.id/read/2020/08/24/248281/kasus-teror-rumah-bupati-kediri-bisa-jadi-preseden-buruk-menjaga-keamanan-warga-negara/