Home / Berita Kompolnas / Kapolri Tarik Tiga Perwira Tinggi

Kapolri Tarik Tiga Perwira Tinggi

JAKARTA — Untuk menjaga netralitas aparatnya dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018, Kepolisian Negara RI menarik tiga perwira tinggi dan satu perwira menengah dari jabatannya di kepolisian setelah mereka menjadi bakal calon kepala daerah.

Selain itu, meski tetap menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal (Pol) Budi Gunawan telah berusia 58 tahun pada Desember 2017 sehingga memasuki masa pensiun sebagai perwira tinggi Polri.

Berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/16/I/2018 tanggal 5 Januari 2018, Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian membebastugaskan tiga perwira tinggi (pati) Polri dari jabatan sebelumnya.

Mereka adalah Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur Inspektur Jenderal (Irjen) Safaruddin, Komandan Korps Brigade Mobil Polri Irjen Murad Ismail, serta Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Irjen Anton Charliyan. Safaruddin menjadi bakal calon gubernur dalam Pilkada Kaltim dan Murad menjadi bakal calon gubernur pada Pilkada Maluku. Keduanya didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sementara Anton dikabarkan akan menjadi bakal calon wakil gubernur Jawa Barat. Kapolri juga memutasi Ajun Komisaris Besar Marselis Sarimin dari Kepala Kepolisian Resor Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perwira menengah Polda NTT karena menjadi bakal calon bupati dalam Pilkada Manggarai Timur.

”Mutasi dilakukan untuk menindaklanjuti beberapa perwira Polri yang akan mengikuti kontestasi Pilkada 2018. Mereka dimutasi dari jabatan sebelumnya menjelang pengunduran diri,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Muhammad Iqbal, Jumat (5/1), di Jakarta.

Iqbal memastikan keikutsertaan sejumlah perwira Polri tidak akan memengaruhi netralitas Polri dalam mengamankan pelaksanaan pilkada serentak 2018. Anton dan Safaruddin merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1984 dan akan memasuki usia pensiun tahun ini. Adapun Murad merupakan lulusan Akpol tahun 1985 yang baru akan pensiun pada September 2019.

poengkyDihubungi terpisah, komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, menilai, mutasi yang dilakukan terhadap perwira kepolisian yang akan berkontestasi dalam Pilkada 2018 merupakan upaya pimpinan Polri menjamin agar tidak ada konflik kepentingan sekaligus menjaga citra sebagai lembaga yang netral dan tidak berpolitik.

”Sebab, saat mendaftar ke KPU daerah mereka sudah harus bukan lagi sebagai anggota Polri,” kata Poengky.

Pensiun

Pada hari yang sama, Polri juga mengeluarkan Surat Telegram Nomor ST/15/I/2018 terkait mutasi 32 perwira tinggi dan perwira menengah yang telah memasuki masa pensiun. Salah satunya ialah Budi Gunawan. Budi dimutasi sebagai perwira tinggi Badan Intelijen dan Keamanan Polri dalam rangka pensiun. ”Namun, ia tetap bertugas sebagai Kepala BIN karena posisi itu di luar Polri dan penunjukan langsung Presiden,” kata Iqbal.

 

Sumber:

[SAN – Kompas – 6 Jan 2018]

https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20180106/281814284252394