Home / Berita Kompolnas / Kapolri Sebut Teror Penembakan di Papua Terkait Pilkada, Kompolnas: Yang Jelas Itu Tindak Pidana!

Kapolri Sebut Teror Penembakan di Papua Terkait Pilkada, Kompolnas: Yang Jelas Itu Tindak Pidana!

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Aksi teror penembakan terjadi di Kawasan Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua. Bahkan Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebut aksi tersebut terkait dengan Pilkada 2018.

Mengenai hal itu, Komisoner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti menginginkan agar aparat kepolisian dapat menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat dalam Pilkada besok agar bisa melaksanakan hak pilihnya.

“Saya berharap aparat kepolisian dapat menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat untuk dapat melaksanakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya,” ujar Poengky saat dihubungi Okezone, Selasa (26/6/2018).

Pasca kejadian teror tersebut, Poengky mengharapkan juga kepada petugas Kepolisian agar bisa menyelesiki motif dari penembakan itu.

Hal itu, sambung Poengky, untuk mengetahui apakah motif dari penyerangan para kelompok bersenjata tersebut apkah ada hubungannya dengan salah satu pasangan calon.

“Apakah untuk memihak salah satu paslon dalam pilkada? Ataukah justru untuk menggagalkan pilkada? Yang jelas, tindakan kekerasan yang dilakukan adalah tindak pidana,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, penembakan itu terjadi pada Senin 25 Juni sekira pukul 09.45 WIT. Pesawat twin otter milik Trigana Air, yang mengangkut 18 personel Brimob yang akan mengamankan pilkada ditembak hingga pilot Ahmad Kamil terluka. Polisi menyebutkan bahwa pelaku adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Bahkan, Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian mengatakan kasus penembakan di kawasan Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua terkait dengan Pilkada 2018. Pelaku diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan politik Pilkada setempat.

Menurut Tito, pelaku merupakan kelompok lama yang pernah melakukan penyanderaan terhadap peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 atau yang dikenal dengan peristiwa Mapenduma pada 1996. Kelompok itu dimanfaatkan untuk melakukan intimidasi terhadap masyarakat agar memilih pasangan calon tertentu.

(kha)

 

Sumber: Harits Tryan Akhmad – okezone.com – Selasa 26 Juni 2018 06:05 WIB

Link: https://news.okezone.com/read/2018/06/26/337/1913994/kapolri-sebut-teror-penembakan-di-papua-terkait-pilkada-kompolnas-yang-jelas-itu-tindak-pidana