Home / Berita Polri / Kapal Pengangkut 86 Karung Sabu di Batam Sudah Diintai 1,5 Bulan, Ini Kronologinya

Kapal Pengangkut 86 Karung Sabu di Batam Sudah Diintai 1,5 Bulan, Ini Kronologinya

Kapal pengangkut sabu di Batam (Foto: Ist)
Kapal pengangkut sabu di Batam (Foto: Ist)

JAKARTA – Tim Satgas Gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai mengungkap kapal berbendera Singapura yang membawa narkotika jenis sabu sebanyak 86 karung karung.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengungkapkan, gerak-gerik kapal tersebut sudah diintai oleh aparat penegak hukum sejak 1,5 bulan lamanya. Namun, berdasarkan kronologi yang dibeberkan oleh tim satgas gabungan tersebut, proses penangkapan berlangsung selama tujuh hari.

Tujuh hari penangkapan itu dimulai sejak Kamis 13 Februari 2018. Awalnya tim dari Polri melakukan koordinasi awal bersama perwakilan Bea Cukai Kanwil Pusat di Kantor Dittipid Narkoba Bareskrim Polri.

Lalu, selang berselang tiga hari dari koordinasi tersebut, atau 16 Februari 2018, akhirnya tim advance berangkat menuju Batam. Sehari setelah itu, 17 Februari 2018, tim advance kembali berkoordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepulauan Riau di Pelabuhan Punggur, Batam.

Hal tersebut dilakukan untuk melakukan pergerakan melalui tim tindak dengan menggunakan Kapal Bea Cukai dengan Nomor Lambung BC 2005. Setelah itu, pada 18 Februari 2018, tim tindak bersama Kapal Bea Cukai tiba di sekitaran Perairan Anambas, Kepri dan langsing dilanjutkan dengan Patroli di sekitaran Perairan Anambas, Kepri.

Selama patroli satu hari tersebut, akhirnya pada 19 Februari 2018 tim advance mendapat informasi mengenai koordinat kapal target yang berlokasi di 01.09.227 U / 103.48.023 T. Mendapatkan lokasi, tim pun selanjutnya kembali berkoordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepri untuk dilakukan penyisiran dan pengejaran kapal target.

Saat melakukan pengejaran kapal yang membawa sabu, akhirnya pada hari ini, Selasa (20/2/2018) sekira pukul 07.35 WIB pagi dilakukan penangkapan kapal tersebut oleh Satgas Polri dan Bea Cukai dengan menggunakan Kapal BC 7005 di perairan Karang Helen Mars yang berdekatan dengan Karang Banteng.

Penggagalan penyelundupan sabu 1,8 ton di Batam. (Foto: Ist)
Penggagalan penyelundupan sabu 1,8 ton di Batam. (Foto: Ist)

Ketika itu, satgas gabungan Polri mengamankan satu unit kapal ikan berisi Jaring Ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura dan tidak terdapat dokumen serta surat-surat kapal. Akhirnya, di hari yang sama aparat menggiring kapal tersebut menuju Pangkalan Bea Cukai Sekupang bersamaan dengan Kapal Bea Cukai 20007 yang turut serta Tim Bareskrim Polri.

Dalam penangkapan itu, Polri juga mengamankan empat warga negara asing, mereka adalah Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43) yang merupakan nahkoda Kapal dan Liu Yin Hua (63).

Setelah melakukan penangkapan, Eko menyebut hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk menelusuri alur kedatangan narkoba melalui pemeriksaan dokumen-dokumen pengiriman barang-barang.

“Melakukan pengecekan sampel badang bukti ke laboratorium forensik. Melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan melakukan pemberkasan,” tutur Eko.

Sebelumnya disebut kapal tersebut mengangkut 86 karung sabu dengan berat 1,8 ton. Namun, informasi terkini, kepolisian masih memastikan kembali jumlah dari upaya penyelundupan sabu yang berhasil digagalkan itu.

(Ari)

Sumber:
[Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 19:52 WIB] https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1862271/kapal-pengangkut-86-karung-sabu-di-batam-sudah-diintai-1-5-bulan-ini-kronologinya