Youtuber Muhammad Kece Bisa Kena UU ITE atas Dugaan Penistaan Agama

Youtuber Muhammad Kece Bisa Kena UU ITE atas Dugaan Penistaan Agama

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) angkat bicara soal kasus youtuber Muhammad Kece (MK) terkait pernyataannya diduga menistakan agama dalam video-video kanal youtube-nya yang membuat banyak pihak yang meradang dan melaporkan Kece kepada pihak polisi. MK dilaporkan atas dugaan Pasal 45 Ayat 2 Juncto Pasal 28 Ayat 2 tentang Undang-Undang ITE.

"Pengenaan pasal terhadap seseorang adalah kewenangan penyidik dengan melihat laporan pelapor, saksi-saksi, dan bukti. Jadi bisa saja dijerat berlapis, termasuk dengan menggunakan UU ITE," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, Rabu (25/8/2021).

Diketahui sebelumnya, mengacu pada Surat Edaran (SE) Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus yang berkaitan Undang-Undang ITE agar dikedepankan dengan restorative justice atau pendekatan yang untuk mengurangi kejahatan dengan menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa, dan kadang-kadang juga melibatkan para perwakilan masyarakat secara umum.

Hanya saja, menurut Poengky, dalam kasus yang menjerat Muhammad Kece tidak dapat dilakukan restorative justice untuk menyelesaian masalahnya karena kasus tersebut bermuatan unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

"Berdasarkan SE Kapolri, untuk kasus-kasus yang bersifat memecah belah tidak bisa dilakukan restorative justice, termasuk kasus-kasus SARA," kata Poengky.

Sementara di tempat lain, Muhammad Kece telah ditangkap di Bali oleh penyidik Bareskrim Polri pada hari Rabu (25/8/2021).

Penangkapan Muhammad Kece dilakukan setelah penyidik Polri menaikkan status perkara ke tahap penyidikan usai mendapatkan bukti awal yang cukup.

Diketahui, Muhammad Kece melakukan menayangan siaran dengan nada merendahkan dan melecehkan Nabi Muhammad serta agama Islam. Tak butuh waktu lama, konten video itu menjadi viral di media sosial.

Selanjutnya, banyak warga yang merespon atas isi video itu dan melaporkan Muhammad Kece ke Bareskrim Polri.

Setelah Laporan polisi telah diterbitkan sejak 21 Agustus 2021, Polri pun memburu keberadaan Muhammad Kece, memblokir setiap video Muhammad Kece yang kembali diunggah ulang di YouTube. [zf]