Ungkap Kematian Siswa Diktuk Bintara SPN Polda Malut Perlu Otopsi Ahli Forensik

Ungkap Kematian Siswa Diktuk Bintara SPN Polda Malut Perlu Otopsi Ahli Forensik

Ternate - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti kasus menonjol terhadap dugaan adanya penganiayaan di SPN Malut yang mengakibatkan Siswa Diktuk Bintara SPN Polda Maluku Utara atas nama Muhammad Rian Assidik (19) meninggal dunia. 
Almarhum meninggal dunia pada Minggu (29/11/2020) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesorie Ternate, sekitar pukul 13.30 WIT.
Anggota Kompolnas Poengky Indarti melakukan monitoring dan meminta klarifikasi untuk kasus tersebut.
“Kompolnas datang ke Polda Maluku Utara ini untuk monitoring dan meminta klarifikasi kasus dugaan penganiayaan di SPN Malut sehingga mengakibatkan Siswa Diktuk Bintara SPN Polda Maluku Utara atas nama Rian Assidiq meninggal dunia,” jelas Poengky kepada wartawan pada hari Selasa (22/6/2021).
Tim Kompolnas bertemu muka dengan Irwasda Polda Maluku Utara, Kabidkum, Kabid Propam, Dir Reskrimum , Ka SPN, Kabag Wassidik, Kasubbag Renma, Biddokkes, Kabag Dalpers, Kasubbid Paminal, dan Kanit Ditreskrimum. 
Kabid Propam Polda Maluku Utara AKBP Susanto menjelaskan, telah melakukan penyelidikan pasca Sdr. Rian Sidiq Siswa Diktuk Bintara Polda Maluku Utara meninggal dunia. 
“Kami telah memeriksa 19 orang saksi termasuk pelapor untuk dimintai keterangan untuk kasus tersebut,” kata Susanto kepada jurnalis pada hari Selasa (22/6/2021).
“Para saksi di antaranya adalah 4 (empat) orang siswa 1 pleton yang tempat tidur atas bawah samping kanan samping kiri, 10 (Sepuluh) orang yang ada di SPN termasuk Ka SPN, 3 (tiga) Dokter yang ada di Sofifi dan terlapor; ibu korban selaku pelapor; dan seorang pria Sindasari dari keluarga korban,” papar Susanto.
“Hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya kekerasan fisik, Alm. Sdr. Rian Sidiq. Memang benar ada luka didagu, luka di telapak kaki (yang bersangkutan telah memiliki bekas luka sebelum rekruitment, dan terdapat luka baru di lutut diduga karena jatuh,” papar Susanto.
Dirreskrimum Polda Maluku Utara menerbitkan Surat Penyelidikan Nomor: Sp.Lidik/21/I/2021/Ditreskrimum tanggal 29 Januari 2021 berdasarkan laporan pengaduan dari ibu korban Achnet Kesnawaty Muchsin tanggal 20 Januari 2021. Dalam hal ini langkah yang telah dilakukan di antaranya: telah dilakukan Pra Rekontruksi di TKP (SPN), pemeriksaan terhadap saksi-saksi, dan interview dengan ahli dokter dr. Reza M. Ammarie.
Sementara itu, dari hasil gelar Perkara oleh Dirkrimum Polda Maluku Utara dengan hasil bahwa Siswa Diktuk Alm. Sdr. Rian Sidiq meninggal karena syok sepsis di samping terkonfirmasi covid-19.
Penyidik telah menyampaikan surat hasil perkembangan penyelidikan kepada Pihak Keluarga Korban selaku Pelapor. 
Adapun terhadap hasil visum et repertum yang menerangkan adanya luka Robek pada kening bawah, luka robek di dagu kiri, luka lecet di lutut kiri dan kiri bawah, luka lecet di telapak kiri I telapak kiri II, dua luka lecet di telapak kanan, luka lecet di jari manis kaki kiri, dan luka robek di ibu jari kaki kiri. 
Namun dari hasil visum et repertum tersebut, dokter belum dapat menjelaskan lebih lanjut penyebabnya karena harus dengan ahli forensik. 
“Ada hambatan yang dialami penyidik bahwa penyidik sudah berupaya untuk koordinasi dengan orang tua korban agar korban dilakukan pemeriksaan secara otopsi oleh dokter ahli forensik, namun keluarga korban tidak ingin dilakukannya otopsi,” papar Susanto.
Lainnya, berdasarkan keterangan para saksi serta hasil visum et repertum belum dapat diketahui pasti apakah penyebab kematian korban Rian Assidiq, sehingga untuk dapat diketahui penyebabnya perlu dilakukan pemeriksaan secara otopsi oleh dokter forensik.
Dari hasil pertemuan tersebut, Kompolnas menyarankan SPN untuk memasang CCTV guna menghindari tuduhan kekerasan di kemudian hari. []