Tidak Bermoral, Seorang Ayah Aniaya Anak Kandung

Tidak Bermoral, Seorang Ayah Aniaya Anak Kandung

Tangerang Selatan- Sebuah video viral di media sosial baru-baru ini. Video tersebut berisi seorang anak perempuan yang dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di Pondok Jagung, Serpong, Tangerang Selatan.

Dalam video tersebut terlihat korban seorang anak berjenis kelamin perempuan hanya terdiam saat disiksa pelaku yang diduga ayahnya sendiri. Sang ayah menampar korban berkali-kali. Korban tidak berdaya dan hanya terdiam lesu.

Pelaku juga turut melontarkan kata-kata makian. Kata makian itu diduga ditujukan kepada ibu korban yang tidak lain ialah istri pelaku.

Pelaku begitu emosional dan terus-menerus menganiaya bocah malang tersebut.

Awalnya pelaku menjambak rambut korban, lalu mencekik dan mendorong kepala korban hingga tengkurap di atas kasur.

Tanpa perasaan, pelaku terus menganiaya bocah itu sambil mengancam akan membunuhnya.

“Gue mampusin nih anak Lu!!," teriak pelaku dalam video.

Video tersebut tersebar di media sosial.

Polres Tangsel dan Polsek Serpong bergerak cepat menindaklanjuti informasi terkait video tersebut.

Anak berusia 5 tahun yang menjadi sudah ditemukan polisi pada Kamis malam (20/5/ 2021) dalam sebuah kamar kos di Serpong, Tangsel.

"Anak sudah kami temukan, saat ini ada sama kami. Saat kami temukan, anak tersebut bersama ibu kos, dititipkan ke ibu kos. Dia ini tinggal di kosan," ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Angga Surya Saputra saat dihubungi, Kamis (20/5/2021).

Pelaku sempat melarikan diri saat polisi datang menyelamatkan anak perempuan itu. Kemudian pelaku bisa ditangkap polisi saat ia kembali ke rumah kos tersebut.

Diketahui pelaku berinisial WH (35 tahun), yang tidak lain ialah ayah kandung korban.

Setelah diperiksa aparat kepolisian, motif dari pelaku menganiaya anak kandungnya sendiri itu adalah lantaran cemburu dengan ibu kandung sang anak.

"Motif berdasarkan pemeriksaan dari tersangka cemburu terhadap ibu si anak sehingga melampiaskan terhadap anak tersebut," kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin, Jumat (21/5) dini hari.

Dari pengakuan pelaku, polisi mengungkap, peristiwa ini dialami korban pada kedua kalinya. Korban menerima tindakan penganiayaan pelaku saat pertama terjadi pada bulan Maret 2021 lalu.

"Berdasarkan wawancara dengan korban, selama ini korban tinggal berdua dengan ayahnya saja. Ibunya seorang TKW yang sudah dua tahun bekerja di Malaysia. Ayahnya cemburu terhadap ibu korban," imbuh Kapolres.

Setelah mendapatkan informasi lebih lanjut, kecemburuan yang menjadi motif kejahatan pelaku, lantaran pelaku sudah bercerai dengan ibu korban, alias istrinya.

Dan saat ini polisi berfokus untuk memulihkan trauma anak perempuan malang tersebut. [kp/zf]