Terkait Tewasnya Tananan di Polsek Lubuklinggau Utara, Kapolda Sumsel Nyatakan Permohonan Maaf dan Berjanji Usut Tuntas Anggotanya yang Melanggar

Terkait Tewasnya Tananan di Polsek Lubuklinggau Utara, Kapolda Sumsel Nyatakan Permohonan Maaf dan Berjanji Usut Tuntas Anggotanya yang Melanggar

Sumatera - Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Toni Harmanto menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tewasnya seorang tahanan, Hermanto (45), saat menjalani pemeriksaan di Polsek Lubuklinggau Utara. Toni Juga berjanji mengusut tuntas anggotanya yang melanggar.

Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Irjen Toni kepada pihak keluarga Hermanto. Toni juga sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu, dan turut berbelangsungkawa kepada keluarga korban.

"Beliau selaku pimpinan Polda Sumsel menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga korban, Perlu kami sampaikan, Bapak Kapolda sangat menyayangkan terhadap kasus yang ada di Lubuklinggau," ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi kepada wartawan, Senin (21/2/2022).

Supriadi melanjutkan, Irjen Toni berkomitmen akan menindak tegas jajarannya, apabila benar terbukti berperan dalam kasus tewasnya Hermanto.

"Beliau berkomitmen bahwa akan menindak anggotanya yang melakukan pelanggaran sesuai dengan aturan yang berlaku," imbuh Supriadi.

Diberitakan sebelumnya, Hermanto, seorang tahanan kasus pencurian di Polsek Lubuklinggau Utara, diduga tewas akibat dianiaya oleh lima anggota polisi saat menjalani proses pemeriksaan.

Ketika mengetahui hal tersebut, keluarga Hermanto menuntut keadilan bagi keluarga mereka.

"Kami sekeluarga memohon, kami minta keadilan. Kami minta keadilan yang seadil-adilnya," ucap adik kandung Hermanto, Herman Jaya alias Kahar (40), kepada wartawan, Sabtu (19/2/2022).

Di lain kesempatan, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi membenarkan adanya dugaan kasus tersebut, ia mengatakan kelima anggota polisi itu telah dinonaktifkan dan sedang dalam pemeriksaan profesi dan pengaman kepolisian (Propam) di Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

"Untuk sementara jabatan anggota yang melakukan pelanggaran ini dinonaktifkan sementara. Jadi mereka yang melakukan pelanggaran kita nonaktifkan," ujar AKBP Harissandi, Kamis (17/2/2022).