Tahanan Tewas di Dalam Penjara Sumatera Selatan, Kompolnas: Petugas Penjaga Tahanan Lalai Mengawasi Tahanan

Tahanan Tewas di Dalam Penjara Sumatera Selatan, Kompolnas: Petugas Penjaga Tahanan Lalai Mengawasi Tahanan

Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) desak proses penyelidikan dan penyidikan kasus  kematian tahanan pemerkosaan di penjara Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Empat Lawang, Sumatera selatan, dilakukan secara profesional dan transparan.

 

Kompolnas menduga kasus kematian tahanan tersebut ada unsur kelalaian petugas dalam mengawasi hingga berujung kematian tersangka kasus pemerkosaan Ari Putra (28).


"Kasus ini menunjukkan bahwa adaanya kelalaian polisi dalam mengawasi orang yang ditahanan. Seharusnya dengan menahan seseorang, polisi wajib menjamin keamanan dan keselamatan orang yang ditahanan," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Rabu (29/6/2022).


Selanjutnya, Poengky juga mengatakan, bahwa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumsel, diharapkan memeriksa polisi yang menangkap korban.

 

Dalam hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi korban sebelum dijebloskan ke penjara.

 

"Propam juga harus memeriksa aparat yang melakukan penangkapan dan interogasi untuk melihat apakah adanya kemungkinan korban disiksa saat proses penangkapan dan interogasi," tegasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, bahwa Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi menjelaskan, para petugas penjaga pada saat kejadian itu akan diperiksa oleh Bid Propam Polda Sumatera Selatan.


"Kan ada piket jaganya, kalau ada unsur kelalaian tentu akan kami lakukan tindakan tegas," kata Supriadi, Rabu (29/6/2022).

 

"Apakah sanksi dispilin atau kode etik nanti lihat dari hasil pemeriksaan propam," tambahnya.

Dalam kasus ini, tiga orang yang merupakan tahanan Polres Empat Lawang telah dijadikan tersangka.