Status Irjen Napoleon Bonaparte Masih Anggota Aktif, Ini Kata Kompolnas

Status Irjen Napoleon Bonaparte Masih Anggota Aktif, Ini Kata Kompolnas

JAKARTA – Soal Irjen Napoleon Bonaparte yang masih menyandang status sebagai anggota Polri aktif walau telah divonis bersalah atas dugaan kasus suap Djoko Tjandra, Kompolnas angkat bicara.

 

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan,  Irjen Napoleon Bonaparte yang masih berstatus anggota Polri aktif sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Menurut Poengky, pemberhentian secara tidak hormat bisa dilakukan setelah kasus yang dialami Irjen Napoleon Bonaparte telah berkekuatan hukum tetap sebagaimana dalam Peraturan Pemerintah nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

 

"Jadi sesuai pasal 12 ayat (1) huruf a PP no. 1 tahun 2003 putusan perkaranya harus sudah berkekuatan hukum tetap," kata Poengky, Selasa (21/9/2021).

 

Soal hal ini, Poengky menyampaikan, Irjen Napoleon masih tengah mengajukan kasasi atas putusan vonis 4 tahun penjara Pengadilan Tinggi Jakarta.

 

"Sampai ada keputusan kasasi yang telah diajukan," jelasnya.

 

Sebelumnya, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menyampaikan bahwa Irjen Napoleon Bonaparte masih berstatus anggota Polri aktif meskipun telah divonis 4 tahun penjara atas dugaan kasus suap Djoko Tjandra.

 

"Irjen NB statusnya masih anggota Polri aktif," kata Sambo saat dikonfirmasi, Senin (20/9/2021).

 

Ia mengatakan, Propam Polri juga telah mulai mempersiapkan langkah sidang komisi etik dan profesi terhadap Irjen Napoleon. Akan tetapi, langkah tersebut dapat dilaksanakan apabila kasusnya itu dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap (incraht).

 

Sambo melanjutkan, Irjen Napoleon diketahui mengajukan kasasi setelah Pengadilan Tinggi Jakarta menghukum vonis 4 tahun penjara dalam kasus penghapusan Red Notice Djoko Tjandra.

 

"Komisi Kode Etik Polri sudah mempersiapkan sidang Komisi Etik terhadap Irjen NB setelah incraht," tukasnya.