Soroti Kasus Ujaran Kebencian, Poengky: Perlu Adanya Pendidikan terkait Nilai Solidaritas

Soroti Kasus Ujaran Kebencian, Poengky: Perlu Adanya Pendidikan terkait Nilai Solidaritas

Jakarta - Seorang siswa SMA di Bengkulu Tengah, Bengkulu dikeluarkan dari sekolah buntut videonya yang menghina Palestina di media sosial (medsos). 
Video yang dibuat MS itu pun viral di medsos dan mendapat kecaman tidak hanya di dalam negeri tapi juga internasional untuk persoalan kemanusiaan. 
Kepala Cabdin Dikbud Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan mengatakan, pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan MS, siswa kelas XI itu ke orangtuanya. 
Keputusan itu diambil melalui rapat yang melibatkan sejumlah pihak.
Sementara itu, jubir Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti prihatin munculnya kejadian tersebut.
Dalam menanggapi soal pencidukan yang dilakukan polisi terhadap MS.
“Tindak cepat yang dilakukan polisi sebagai upaya mencegah gejolak sosial,” ungkap Poengky.
Poengky melihat bahwa di satu sisi melihat kaum muda yang tidak paham dalam penggunaan medsos dengan maksud lucu-lucuan terhadap peristiwa yang tengah berkembang.

"Perlu adanya pendidikan terkait nilai solidaritas," pungkas Poengky. [zf]

Link: