Soal Kasus Subang, Kompolnas Temui Kapuslabfor

Soal Kasus Subang, Kompolnas Temui Kapuslabfor

Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) belakangan ini sangat  intens memantau perkembangan kasus Subang yang dilakukan pihak kepolisian. Dalam kasus Subang tersebut diberitakan yang menewaskan ibu dan anak pada tanggal 18 Agustus 2021 yang lalu.

Ketua Harian Kompolnas, Irjen Pol Purn Benny J. Mamoto mengatakan, sampai saat ini Kompolnas selalu mengawasi kasus Subang yang menewaskan ibu dan anak tersebut.

“Kami selalu menanyakan perkembangan kasus Subang kepada pihak Polda Jabar sejauh mana penyelidikan, penyidikan, perkembangan dan sebagainya dalam kasus subang ini," ujar Benny.

Selanjutnya, Benny juga mengatakan, bahkan sebelum melaksanakan gelar perkara kasus Subang tersebut  dengan Polda Jabar, Ketua Harian Kompolnas itu juga sempat melakukan pertemuan dengan Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Kapuslabfor) Polri Brigjen Agus Budiharta.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Puslabfor membeberkan data-data hasil penelitian forensik kasus Subang kepada Kompolnas.

Pertemuan antara Kompolnas dengan jajaran Puslabfor Polri terkait kasus Subang, dilakukan pada bulan Mei 2022, atau sebulan sebelum gelar perkara di Polda Jabar.

Dalam pertemuan dengan Puslabfor, terungkap bahwa tim forensik Mabes Polri berhasil menemukan adanya DNA di TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Penemuan DNA di TKP tersebut kasus Subang ini menjadi perhatian Kompolnas.

Sayangnya, DNA itu belum bisa dipastikan apakah ini milik pelaku atau bukan.

"DNA ini yang kemungkinan milik pelaku atau orang lain berada di lokasi kejadian perkara," tegas  Benny.

Namun terlepas dari belum bisa dipastikannya kepemilkan DNA TKP, Benny menjelaskan, pengungkapan kasus Subang telah dilakukan dengan berbagai pendekatan.

Di antaranya penyidik sudah melakukan pendekatan ilmiah atau scientific crime investigation, di antaranya dengan pemeriksaan DNA, selain sidik jari, IT dan CCTV.

Selain itu, Benny  juga secara gamblang membeberkan penilaiannya atas penyelidikan kasus Subang. Ia mengatakan, penanganan kasus Subang belum ada kemajuan yang berarti.

Walaupun Polda Jabar telah membuat sketsa wajah terduga pelaku, pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu pada 18 Agustus 2021 silam, ternyata status kasusnya belum cukup mengarah ke tahap penyidikan.

Diketahui sebelumnya bahwa, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu atau Amel, dibunuh di rumahnya di Ciseuti, Jalancagak, Subang, pada 18 Agustus 2022. Pembunuhan itu kemudian dikenal sebagai pembunuhan kasus Subang.

Hingga penyelidikan sudah lebih dari 10 bulan, polisi masih bekerja keras mengungkap para pelakunya.