Soal Kasus Moge Tabrak Anak Kembar Hingga Tewas di Pangandaran, Kompolnas: Nyawa 2 Anak Kembar Tak Bisa Diganti dengan Uang

Soal Kasus Moge Tabrak Anak Kembar Hingga Tewas di Pangandaran, Kompolnas: Nyawa 2 Anak Kembar Tak Bisa Diganti dengan Uang

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi soal kasus tewasnya 2 anak kembar yang ditabrak oleh Rombongan motor gede (moge) Harley Davidson di Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (12/3/2022).

Diketahui, dalam kasus tersebut pihak rombongan moge tersebut memberikan kepada korban sebesar Rp 50 juta dan juga surat perjanjian.

disampaikan juru bicara Kompolnas Poengky Indarti, ia mengatakan pemberian santunan tersebut tidak dapat meniadakan proses hukum dalam kasus itu. Poengky menegaskan, nyawa 2 anak kembar tidak bisa diganti dengan uang.

"Pemberian santunan (Rp) 50 juta tidak dapat meniadakan pidana yang sudah terjadi. Surat perjanjian seperti itu batal demi hukum. Nyawa 2 anak kembar tidak dapat dinilai," ujar Poengky saat dihubungi, Senin (14/3/2022).

Lebih lanjut, Poengky menuturkan, peristiwa yang mengakibatkan tewasnya 2 anak kembar (8) tersebut sudah masuk ke dalam ranah hukum pidana.

Oleh sebab itu, Poengky menghimbau agar proses hukum dalam kasus tersebut tetap berjalan.

"Kasus ini meski bukan kesengajaan, tetapi jatuhnya korban jiwa 2 anak-anak tetap harus diusut tuntas dan saya berharap para pelakunya dijatuhi pidana," ujarnya.

Selanjutnya, Poengky berpendapat, proses pidana dan penghukuman diharapkan memberi efek jera bagi para pelaku.

"Jika proses pidananya dihentikan, akan ada ketidakadilan terhadap korban dan keluarga korban," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, 2 anak kembar bernama Hasan Firdaus dan Husen Firdaus tewas setelah ditabrak motor gede (moge) Harley Davidson pada Sabtu (12/3/2022) siang.

Kejadian tersebut terjadi di jalan raya Kalipucang-Pangandaran, tepatnya di Blok Kedungpalumpung, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Bocah berusia 8 tahun itu meninggal dunia ditabrak moge saat pulang bermain dan menyeberang jalan tersebut. 

Adapun dua motor gede yang terlibat dalam kecelakaan itu, yakni motor Harley Davidson pelat D 1993 NA yang dikemudikan APP (40), warga Kota Cimahi dan B 6227 HOG yang dikendarai AW (52), asal Bandung Barat.

Setelah kejadian, kedua pengendara moge yang menabrak korban, APP dan AW mendatangi keluarga korban dan memberikan uang santunan sebesar Rp 50 juta. Tak hanya memberikan uang, keduanya juga membuat perjanjian dengan pihak keluarga. Inti dari perjanjian itu adalah menerima bahwa kecelakaan yang merenggut nyawa bocah kembar itu merupakan musibah dari Allah SWT.

Selain itu, pihak keluarga tidak akan mengajukan tuntutan baik secara pidana maupun perdata di kemudian hari atas peristiwa itu. Keluarga telah menerima santunan yang diberikan dan kasus ini sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang mempersalahkan kembali kasus ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengesampingkan atau tidak menanggapinya dan atau gugur demi hukum.

Surat perjanjian itu sendiri telah diketahui oleh kepala Desa Ciganjeng Imang Wardiman dan dilaksanakan di Mapolsek Kalipucang, Sabtu (12/3/2022).[kp]