Sidang Vonis Rizieq Shihab, Massa Pendukung Lempari Aparat Pakai Batu

Sidang Vonis Rizieq Shihab, Massa Pendukung Lempari Aparat Pakai Batu

Jakarta - Beredar sebuah video kericuhan yang terjadi di sekitar jalan Jalan I Gusti Ngurah Rai, dekat flyover Pondok Kopi, Jakarta Timur pada Kamis (24/6/2021). Kericuhan disebabkan bentrok antara massa simpatisan Rizieq Sihab dengan aparat kepolisian. Bentrokan terjadi sekitar pukul 09:30 WIB.

Dalam video tersebut, nampak massa terlibat aksi saling dorong dengan polisi. Bahkan mereka sempat melempari aparat kepolisian dengan batu.

Kemudian polisi menyemprotkan air dari water cannon serta menembakan gas air mata ke arah kerumunan massa.

“Mohon menahan diri. Silakan tidak ada pelemparan. Petugas tahan. Bila ada perwakilan silakan disampaikan. Ini aksi damai,” ujar polisi melalui pengeras suara.

Bersamaan dengan seruan di atas, sejumlah petugas kepolisian meminta perwakilan dari massa untuk maju, sementara massa yang lain diminta untuk diam di tempat.

“Yang di belakang tidak ada pelemparan karena perwakilan anda sudah maju ke depan,” tegas aparat polisi.

Setelah perwakilan massa berdialog dengan polisi, kericuhan pun mereda.

Tindakan kericuhan massa tersebut, berkaitan erat dengan putusan pengadilan yang menilai Rizieq Sihab bersalah. Majlis hakim menilai Rizieq telah melakukan tindak pidana, dan menyiarkan berita fiktif yang berakibat timbulnya keonaran.

Rizieq kini telah divonis hukuman empat tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Menyatakan Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penjara 4 tahun," ujar Hakim Ketua Khadwanto pada saat proses peradilan, Kamis (24/6/2021).

Rizieq dianggap melanggar melanggar Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, dalam dakwaan kedua, Rizieq diduga dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah. Ia dikenakan sangkaan sebagaimana diatur Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Terakhir, dalam dakwaan ketiga, ia didakwakan melanggar Pasal 216 Ayat 1 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Vonis ini lebih ringan dari yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU), yakni 6 tahun penjara.[hs/kp]