Senpi Anggota Polisi Hilang, Kompolnas Dorong Propam Periksa yang Bersangkutan

Senpi Anggota Polisi Hilang, Kompolnas Dorong Propam Periksa yang Bersangkutan

JAKARTA – Iptu RS, seorang polisi yang bertugas di Polsek Panai Hilir Polda Sumatera Utara kini tengah gundah gulanah atas kehilangan senjata apinya.

Sudah sebulan lebih ia mencari di mana gerangan senjata api (senpi) revolver miliknya itu raib.

Sejak tanggal 23 Oktober 2021 sampai hari Sabtu (27/11/2021) senpi itu belum ditemukan.

Berita soal kehilangan senpi itu sampai mendapatkan perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) .

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan akan mengecek kebenaran berita tersebut.

"Terima kasih banyak informasinya. Kami akan mengecek kebenarannya pada Kapolda Sumatera Utara. Kami berharap senjata api anggota tidak hilang," katanya kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Poengky menjelaskan, anggota Polri harus menjaga secara baik kewenangan untuk membawa senpi. Jangan sampai sempi itu hilang dan juga jangan sampai disalahgunakan, baik yang bersangkutan maupun oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggungjawab.

"Untuk mengecek kebenaran faktanya, saya berharap Propam segera memeriksa yang bersangkutan, " ujarnya.

Lebih lanjut, Poengky mengatakan, sanksinya nanti tergantung pemeriksaan Propam. “Jika benar karena kealpaan, bukan disengaja, maka dapat dikenai sanksi disiplin, antara lain berupa hukuman di sel khusus, demosi, dan lain-lain, serta yang bersangkutan diwajibkan mengganti senpi yang hilang," kata Poengky.

"Pemeriksaan tidak hanya kepada yang bersangkutan, tetapi juga pada atasannya sebagai bagian dari pengawasan pada anggota. Jika hilangnya karena disengaja, maka hukumannya lebih berat, yang bersangkutan bisa diproses pidana," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa hilangnya senjata api (Senpi) milik oknum personil polisi berinisial RS yang berdinas di Polsek Panai Hilir pada Sabtu (23/10/2021) di sebuah satu masjid yang berada di wilayah hukum Polsek Bilah Hilir.

Dari informasi yang diterima, Kapolsek Bilah Hilir Iptu Drs HS Margolang mengatakan bahwa Iptu RS melaporkan kejadian hilangnya senpi di kamar mandi mesjid itu pada Jumat (29/10/2021).

Kapolsek Bilah Hilir Iptu Drs HS Margolang saat diwawancarai wartawan terkait laporan oknum polisi Iptu RS atas kehilangan senpi tersebut mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan senpi itu.

"Ya informasi yang saya terima dari beliau langsung (oknum polisi), hilangnya saat mau sholat bersama supir. Saat perjalanan dari Labuhan Bilik mau pulang ke rumahnya. Singgah sholat di Masjid Sei Tampang. Wilayah hukum kita," ungkap Kapolsek Bilah Hilir Iptu Drs HS Margolang, Senin (22/11/2021).

Margolang mengatakan, peristiwa bermula ketika anggota yang bertugas di Polsek Panai Hilir itu meletakkan senjata apinya di kamar mandi masjid.

"Kejadiannya udah ada satu bulan lalu, bulan Oktober, pada hari Sabtu, pastinya saya lupa. Senjata api jenis Colt (revolver) CPP. Sampai sekarang belum ketemu. Mau sholat, ambil air wudhu," jelasnya.

Kapolsek Panai Hilir AKP HM Sibarani yang dikonfirmasi terkait kelainan anggota nya tersebut mengarahkan agar awak media ini melakukan konfirmasi kepada Kapolres Labuhanbatu.

"Kepolres aja bang, yang bersangkutan (anggota) sudah ditarik ke Polres," katanya singkat melalui telepon selulernya belum lama ini.

Kasi Propam Polres Labuhanbatu, Dr Ipda Iskandar Muda Sipayung SH MH saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan peristiwa hilangnya senjata api milik oknum personil tersebut.

"Secara internalnya kami yang tangani. Tapi coba abang tanya dulu Kapolsek Bilah Hilir, karena TKP hilangnya daerah sana. Saya lagi ada kerjaan bang," kata Ipda Iskandar di ruang kerjanya singkat.

Di tempat terpisah, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca melalui Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dihubungi terkait perkembangan peristiwa kelalaian oknum polisi Iptu RS mengarahkan agar awak media ini melakukan konfirmasi kepada Kapolres Labuhanbatu.

"Silahkan coba konfirmasi ke Labuhanbatu ya," katanya singkat melalui pesan elektronik.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Rangkuti saat dihubungi mengaku pihaknya sudah melaporkan kejadian kelalaian anggota tersebut.

" Kami sudah laporkan ke tingkat atas tentang kejadian itu, sekarang tim sedang bekerja," sebutnya.[]