Senior Keroyok Junior hingga Hatinya Hancur

Senior Keroyok Junior hingga Hatinya Hancur

BANDUNG – “Masa PPKM gini, masih ada senior mengeroyok junior. Senior macam apa ini? Bukannya dibela, eh malah ditindas,” komentar Joni kepada Dudunk saat keduanya duduk di bawah pohon jambu batu depan rumahnya.

“Gua kira itu mah biasa,” ucap Dudunk merespon komentar Joni.

“Lu bilang biasa? Ya bener lu, jangan sembarangan Dunk kalo ngomong,” timpal Joni.

“Itu kenyataan dan terjadi di mana-mana. Senior tuh ingin dianggap atau dihormati oleh juniornya,” jelas Dudunk.

“Lha iya, tapi nggak pake aksi kebencian kayak gitu kali,” sanggah Joni, “Senior kan bisa kasih contoh dengan perilakunya. Umumnya, junior tuh secara otomatis hormat kepada senior. Tapi kenapa pake pukul dan keroyok segala?” pungkas Joni.

Tapi Dudunk tidak mau kalah kepada Joni. Joni pun juga sama. Kedua terus membahas kejadian itu.

Percakapan kedua orang tadi muncul dari peristiwa yang terjadi di Bandung.

Bripda Daniel Haposan, polisi yang baru sebulan dilantik di Kesatuan Subditdalmas Polda Jawa Barat Angkatan Ke-45, diduga menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh seniornya, sesama anggota Subditdalmas Polda Jawa Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago membenarkan sudah ada laporan soal kasus dugaan pemukulan dan pengeroyokan yang menimpa Bripda Daniel Haposan.

"Propam sudah bergerak dan bekerja, jadi sekarang sedang berupaya mengusut tuntas kejadian kemarin itu. Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan terkait kejadian ini," ujar Erdi.

Laporan tersebut bernomor LP/A/661/VII/2021/SPKT.DIT.SAMAPTA/POLDA JABAR pada tanggal 31 Juli 2021, yang ditangani Propam Polda Jabar dan sudah dalam tahap penyelidikan.

Hotma Agus Sihombing, kuasa hukum dari Bripda Daniel Haposan mengatakan, penganiayaan dan pengeroyokan terhadap kliennya yang diduga dilakukan oleh Kompi 1 Subditdalmas Dit Samapta Polda Jawa Barat Angkatan 44.

"Klien kami, pada hari Rabu, 28 Juli 2021 sekira pukul 22.30 WIB di Barak Dalmas Dit Samapta Polda Jawa Barat, telah mengalami penganiayaan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Kompi 1 Subditdalmas Dit Samapta Polda Jawa Barat Angkatan 44," ujar Hotma Agus Sihombing, kuasa hukum dari Bripda Daniel Haposan saat memaparkan kasus kepada wartawan, di Jalan Lengkong, Kota Bandung, Senin (9/8/2021).

Sedangkan Bengar Sihombing, paman dari korban mengatakan, sejak dirawat di RS Sartika Asih, Kota Bandung sejak tanggal 28 Juli 2021, Bripda Daniel Haposan harus dioperasi sebanyak dua kali.

"Dua kali operasi besar, yang pertama itu pendarahan sampai terbuang dua liter darah," ujar Bengar, Senin (9/8/2021).

Bengar menjelaskan, menurut penjelasan dokter yang merawat keponakannya, akibat pukulan di daerah perut yang diterima Bripda Daniel Haposan, organ liver atau hati korban mengalami kerusakan parah.

Dalam foto yang ditunjukkan kepada wartawan, terdapat luka memar di bagian perut korban. "Korban dirawat di RS Sartika Asih, Kota Bandung," ungkapnya.

Keluarga korban menuntut dan meminta Propam dan Reskrimum Polda Jawa Barat mengusut dan memproses secara tuntas terdua para pelaku penganiayaan dan atau pengeroyokan terhadap korban, juga meminta pelaku dipecat dari Polri atas insiden tersebut.

"Kami meminta agar terduga para pelaku apabila terbukti secara hukum dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena diduga melanggar kode etik Polri dan juga Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri," tuturnya. []