Polri Perlu Tingkatkan Profesionalitas Tanggapi Laporan Masyarakat

Polri Perlu Tingkatkan Profesionalitas Tanggapi Laporan Masyarakat

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional baru-baru ini mendapat laporan dari Komnas HAM, yang menyebutkan bahwa kepolisian menjadi institusi yang paling banyak dilaporkan sepanjang tahun 2020.

Atas laporan tersebut juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengingatkan Polri agar perlu meningkatkan profesionalitas dalam hal penanganan laporan masyarakat. Ia menilai, hal tersebut sangat penting.

"Peningkatan profesionalitas, kecepatan, dan ketepatan dalam menangani laporan masyarakat sangat penting. Selain itu, aparat yang bersih dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus benar-benar diharapkan masyarakat," ucap Poengky saat dihubungi, Jumat (13/8/2021).

Selain itu, integritas Polri untuk tidak tebang pilih dalam menangani berbagai kasus juga diharapkan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, menurut data yang dilaporkan Komnas HAM, setidaknya total ada 758 laporan terhadap Polri. Poengky melihat yang dilaporkan masyarakat terkait dengan perihal penanganan kasus yang terlalu berlarut-larut.

Kompolnas sendiri selaku pengawas fungsional Polri, menerima lebih dari 3.000 pengaduan masyarakat terkait kinerja Polri tiap tahunnya.

"Yang paling banyak dilaporkan, 90 persen, adalah kinerja reserse kriminal," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Kompolnas beserta pengawas internal Polri mengupayakan untuk secepat mungkin memproses pengaduan masyarakat, agar penanganan kasus yang berlarut-larut data segera diselesaikan.

Mengenai keluhan excessive use of force, Kompolnas mendesak Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Pelaksanaan Tugas Polri agar diterapkan dengan baik.

"Pentingnya pemahaman terhadap HAM dan pelaksanaannya dalam tugas sehari-hari agar pengaduan terkait kekerasan yang berlebihan (excessive use of force) juga berkurang," ujar Poengky.

Untuk itu, Kompolnas menyarankan, anggota yang bertugas di lapangan dilengkapi body camera untuk pengawasan, serta untuk interogasi dan ruang tahanan dipasangi CCTV, video camera, dan pengawasan ketat atasan.

"Dan bagi anggota yang bertugas di lapangan agar dilengkapi body camera untuk pengawasan, serta untuk interogasi dan ruang tahanan dipasangi CCTV, video camera, dan pengawasan ketat atasan," ujar Poengky.

Walaupun demikian, menurut Poengky, dibandingkan dua tahun sebelumnya jumlah laporan tersebut mengalami sedikit penurunan. Ia menilai, hal tersebut menunjukan bahwa Polri telah memperbaiki sistem dalam penanganan kasus, dan memaksimalkan manfaat teknologi dan scientific crime investigation, membuat sistem pengaduan yang memudahkan dalam penanganan dan pengawasan berbagai kasus. Contohnya, dengan adanya e-Dumas yang berlaku secara nasional.

Poengky menambahkan, terkait kinerja Polri dalam penanganan pandemi Covid-19, penegakan hukum kasus-kasus konvesional, transnasional, dan kasus besar seperti terorisme sudah berjalan cukup baik.

Poengky juga berharap Polri terus meningkatkan serta memperluas perbaikan kinerja yang sudah ada. [zf/kp]