Polisi Pastikan Video Pemuda Pancasila Doktrin Membunuh Tidak Berkaitan Dengan Demo di DPR

Polisi Pastikan Video Pemuda Pancasila Doktrin Membunuh Tidak Berkaitan Dengan Demo di DPR

JAKARTA - Viral di media sosial video seorang pria yang diduga anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) mendoktrin orang-orang untuk membunuh.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat seorang pria mengenakan jaket abu-abu dikelilingi sejumlah orang yang menggunakan atribut loreng oranye khas seragam PP.

Selanjutnya, pria bersebut dengan lantang mengatakan, untuk membunuh siapa saja yang berani merusak posko atau pun mengganggu keluarga besar Pemuda Pancasila.

“Jangan pukuli mereka, selain bunuh mereka hilangkan nyawanya. Kalau sampai ganggu keluarga PP apa lagi posko,” ujar pria tersebut dalam video.

Mengetahui viralnya video tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan, pihaknya telah menyelidiki video tersebut. Dari hasil pemeriksaan, video tersebut rupanya hasil rekaman tahun 2019.

"Terkait video viral itu, setelah kita cek, itu video lama tahun 2019, jadi itu sebelum kejadian kemarin ya rusuh di depan DPR," ujar Zulpan di Polda Metro Jaya, Minggu (28/11/2021).

Lebih lanjut, Zulpan juga menyebutkan, video tersebut tidak ada kaitanya dengan tertangkapnya sejumlah anggota ormas PP pasca kerusuhan di depan Gedung DPR.

"Tidak ada kaitannya dengan penangkapan ormas PP yang kita lakukan akibat kerusuhan di depan DPR," kata dia.

Video tersebut viral setelah kepolisian menangkap sejumlah anggota PP buntut kericuhan di Gedung DPR pada Kamis (25/11/2021).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 16 anggota PP ditetapkan sebagai tersangka terkait aksi demo berujung kericuhan di depan Gedung DPR. Dari jumlah itu, 15 tersangka dijerat UU Darurat Nomor 1 Tahun 1951 karena kedapatan membawa senjata tajam.

Sedangkan satu lainnya dikenakan Pasal 170 KUHP karena memukul dan mengeroyok anggota polisi yang sedang bertugas.[kp]